Sosial
Terjunkan Petugas Bersenjata Lengkap, Polisi Ancam Tembak di Tempat Pelaku Kejahatan di Musim Libur Lebaran
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Jajaran kepolisian sangat serius dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat saat musim libur Lebaran 2018 ini. Tak hanya mengedepankan faktor kenyamanan, polisi juga sangat memberikan atensi khusus kepada sisi keamanan warga masyarakat. Polri dalam hal ini menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat dari aksu para pelaku kejahatan. Bahkan, jajaran Polres Gunungkidul siap untuk menembak di tempat para pelaku kejahatan yang menjalankan aksinya saat arus balik lebaran kali ini.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady mengatakan, padatnya kondisi arus lalu lintas di jalanan, membuat potensi terjadinya kejahatan menjadi cukup besar. Tak hanya di jalanan saja, namun dalam momen semacam ini, tak jarang para pelaku kejahatan juga memanfaatkan kondisi rumah-rumah warga masyarakat yang kosong saat ditinggal mudik maupun bersilaturahmi dengan kerabat.
"Saya berpesan kepada anggota kepolisian yang bertugas dalam pengamanan mudik Lebaran untuk tidak meremehkan. Keamanan masyarakat adalah hal yang utama," kata Ahmad, Selasa (20/06/2018).
Kapolres dengan tegas berpesan kepada para anggota untuk tak segan-segan menembak di tempat para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Sebab hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 memuat mengenai ketentuan itu
"Kita lakukan tindakan tegas namun terukur, apalagi kalau sampai meresahkan masyarakat," tegas Fuady.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya mengaku siap dalam melakukan pengamanan terlebih pada musim mudik lebaran ini. Tindakan penembakan di tempat dapat dilakukan pada saat kondisi keselamatan petugas dan orang lain dalam keadaan terancam.
"Tindakan yang disahkan sesuai aturan yang ada. Karena menyangkut perlindungan jiwa petugas dan jiwa orang yang wajib dilindungi," kata Riko.
Menurut Riko, biasanya petugas melakukan tembakan peringatan. Namun, apabila dalam kondisi kritis, tembakan peringatan bisa juga tidak dilakukan. Seperti misalnya ketika pelaku menyerang petugas yang bisa membahayakan nyawa.
"Kalau sudah hitungan kritis, tidak mungkin dilakukan peringatan," pungkas Riko.
-
Uncategorized7 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized7 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
