fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Harga Air Bersih di Beberapa Daerah Tembus Rp 300 Ribu Sampai Rp 450 Ribu Per Tangki

Diterbitkan

pada

BDG

Semin,(pidjar.com)– Kemarau diperkirakan masih akan terjadi hingga Oktober mendatang. Sedangkan sejak beberapa bulan terakhir ratusan ribu warga Gunungkidul telah mengalami kekeringan sehingga kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan harus membeli air tangki dari swasta. Harga air tangki di daerah beberapa daerah khususnya di perbatasan terbilang fantastis mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 450 ribu per tangkinya.

Seperti halnya yang dialami oleh warga Padukuham Karangpilang, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin. Sejak beberapa bulan lalu, warga setempat sudha mulai kesulitan untum mendapatkan hair bersih karena beberapa sumber air yang sering digunakan mulai mengering.

Di awal-awal kemarau, warga sempat membeli air bersih dari pihak swasta. Akan tetapi harga sampai di padukuhan ini harganya sangat mahal yakni mencapai Rp 300 ribu per tangkinya. Beberapa warga pun memilih untuk tidak membeli karena harganya yang cukup menguras kantong.

Berita Lainnya  Diduga Buntut Pilur, Lurah Jatiayu "Tolak" Tanda Tangan Surat Pengantar Nikah Timses Rival

“Harga air sampai di wilayah kami tembus Rp 300 ribu per tangki dengan kapasitas 5 ribu liter, tergantung dengan medan wilayahnya” papar salah seorang warga setempat, Fiki Puspita.

Saat ini, untuk mencukupi kebutuhan pribadi dan ternak masyarakat padukuhan ini mengandalkan bantuan dari pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul maupun dari bantuan komunitas ataupun swasta lainnya.

Agar air awet dan dapat digunakan hingga beberapa pekan kedepan, warga memilih untuk memasukkannya ke sumur dan kemudian menimba atau disalurkan menggunakan alat saat hendak menggunakannya.

Ia mengatakan, di wilayahnya sebensrnya sudah ada aliran PAM. Akan tetapi saat musim kemarau seperti ini debit airnya berkurang tak jarang juga tidak mengalir. Bantuan droping air dari pemerintah dan pihak ketigalah yang saat ini diandalkan oleh masyarakat setempat.

Berita Lainnya  Ganasnya Hama Wereng Coklat, Petani Terpaksa Lakukan Panen Dini

“Ya bantuan dari pemerintah ini yang kami gunakan untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari,” sambung Dukuh setempat Eka Setyawan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, pihak BPBD Gunungkidul pun terus melakukan droping air di beberapa wilayah di Gunungkidul. Adapun untuk BPBD sendiri telah menyalurkan sekitar 358 tangki air bersih, kemudian ada juga anggaran droping dari pemerintah kapanewon yang telah menyalurkan 2.027 tangki air bersih. Serta dari CSR beberapa perusahaan.

“Kami masih terus melakukan penyaluran sampai nanti benar-benar tidak ada permintaan dari masyarakat,” jelas Purwono.

Pihaknya juga mendapatkan laporan dari warga bila harga air tangki di beberapa wilayah pun beragam. Sebagai contohnya, di daerah yang dekat dengan sumber air bersih harga per tangkinya berkisar Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu. Sedangkan di daerah Panggang yang agak jauh dari sumber ada yang mencapai Rp 200 ribu per tangki.

Berita Lainnya  Angkat Air dari Dalam Goa, Pemkab Ajukan Pendanaan ke Provinsi¬†

“Informasi yang kami terima untuk di Gedangsari khususnya di daerah yang tinggi sampai Rp 450 ribu per tangkinya. Ya itu kan tergantung medan dan resikonya, jadi harga air (swasta) sampai di lokasi warga sangat tinggi,” imbuh dia.

Berdasarkan data, saat ini dampak kemarau dan kesulitan air bersih dirasakan di 16 kapanewon. Dimana ada 33.000 kepala keluarga, dengan jumlah jiwa sekitar 118.000 orang yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler