fbpx
Connect with us

Politik

Terpilih Jadi Kepala Desa, Ketua DPC Perindo Gunungkidul Mundur Dari Jabatannya

Diterbitkan

pada tanggal

Ponjong,(pidjar.com)–Ketua DPC Partai Perindo Gunungkidul, Agung Nugraha resmi mundur dari jabatannya. Keputusan ini diambil pasca ia dinyatakan dalam Pilkades Genjahan beberapa waktu silam. Sesuai aturan, pejabat Kepala Desa memang tidak diperbolehkan untuk menjadi pengurus partai politik. Lantaran hal ini, Agung kemudian memilih untuk menduduki jabatan Kepala Desa Genjahan.

Kepada pidjar.com, pria yang akrab disapa Agung Jagal ini sudah mantap menyatakan akan mundur dari jabatan sebagai Ketua DPC Perindo Gunungkidul. Ia memilih tak meneruskan jabatan politiknya tersebut dan akan fokus memimpin Desa Genjahan hingga 6 tahun mendatang.

Diteruskannya, jabatan untuk menahkodai partai pimpinan bos media Hary Tanoesudibyo ini sudah ia sandang sejak 2015 silam. Masa 4 tahun dengan segala intrik politik yang ada menurutnya sudah cukup dan sudah waktunya bagi dia untuk membangun tanah kelahirannya.

“Kebetulan juga SK saya sebagai Ketua DPC Perindo Gunungkidul akan selesai 2019 ini,” beber Agung, Senin (02/12/2019) siang.

Perihal kekosongan jabatan pasca lengsernya dia, Agung menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada para pengurus DPC Perindo Gunungkidul. Ia telah memutuskan untuk tidak lagi berkecimpung dalam politik praktis yang sudah hampir 2 dekade digelutinya.

Berita Lainnya  Momen Liburan Akhir Tahun Wisatawan Sepi, Hoax Tsunami dan Cuaca Jadi Kambing Hitam

“Saya akan fokus memimpin Genjahan,” tandasnya.

Karir politik Agung sendiri sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Desa Genjahan memang cukup panjang. Ia mengawali karirnya di Partai Golkar pada tahun 1993. Selama hampir 2 dekade, ia berjuang membesarkan partai berlambang pohon beringin ini sebelum akhirnya memutuskan hengkang ke Partai Gerindra. Agung sendiri sempat terpilih menjadi anggota DPRD Gunungkidul dari Partai Gerindra periode 2009-2014. Namun pada tahun 2013, ia mundur dari jabatannya tersebut untuk kembali bergabung ke Partai Golkar. Pada 2015, ia memilih hengkang ke Partai Perindo.

Dengan jabatannya sebagai Kepala Desa Genjahan ini, Agung membeberkan bahwa hal tersebut memang membutuhkan konsentrasi penuh. Ada banyak tugas berat yang harus dilakukan dalam rangka membangun Desa Genjahan. Apalagi saat ini, pemerintah telah menggelontorkan dana desa dengan jumlah yang tentu saja tidak sedikit.

Berita Lainnya  BUMDes, Jaminan Bagi Pemerintah Desa Saat Dana Desa Tak Lagi Ada

“Ini sebenarnya tugas berat agar bagaimana caranya nantinya, dana desa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat saya,” tegas Agung.

Sebetulnya, menurut dia, tanggung jawab sebagai kepala desa tentu bukanlah hal yang mudah. Bahkan ia sendiri merasa tertantang untuk mewujudkan visi-misinya.

“Nurani saya terketuk, makanya saya memilih meninggalkan parta politik,” ungkapnya.

Ia hendak memajukan Desa Genjahan Kecamatan Ponjong dengan menjunjung tinggi kejujuran, adil, sejahtera dan berbudaya. Menurutnya poin tersebut jika ditonjolkan akan mampu memajukan sebuah desa.

“Alhamdulillah amanat ini jatuh ke tangan saya akan saya upayakan maksimal agar tidak mengecewakan warga yang memilih,” tekad Agung.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler