Sosial
Terserang Stroke Mendadak Saat di Kamar Mandi, Wartawan Kawakan Gunungkidul Berpulang
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dunia jurnalistik Gunungkidul berduka. Wartawan senior Kedaulatan Rakyat, YB Agus Waluyo meninggal dunia pada Kamis (16/08/2018) siang tadi. Rencananya, pria yang akrab disapa Awa itu akan dikebumikan di TPU di Siyono Kulon, Desa Logandeng, Kecamatan Playen usai misa requem Jumat (17/08/2018) siang.
Awa sendiri cukup dikenal di kalangan pejabat pemerintahan maupun masyarakat umum selain juga lingkungan jurnalis. Hal ini dikarenakan Awa telah malang melintang di dunia kewartawanan sejak 25 tahun terakhir. Hampir setengah hidupnya ia habiskan di dunia jurnalistik.
Kepergian Awa cukup mengagetkan para kerabat, kolega maupun rekan sesama jurnalis. Pasalnya, selama ini, mendiang tak nampak menderita suatu penyakit serius.
Bahkan pada Senin (13/08/2018) silam, dirinya masih sempat mengikuti kirab sepanjang 5 kilometer saat perayaan rasulan di desanya. Keesokan harinya ia masih melakukan kegiatan peliputan salah satu anggota DPR RI di wilayah Ponjong.
Namun pada sore harinya, ia tiba-tiba merasa lemas dan sempat tak sadarkan diri saat tengah berada di kamar mandi. Pihak keluarga kemudian membawa Awa ke Rumah Sakit Nurrohmah, Playen.

Lantaran kondisinya tak kunjung membaik, dirinya lantas dirujuk ke RS di Yogyakarta. Namun karena ruang ICCU penuh, Awa kemudian dibawa ke RSUD Sleman.
Setelah dirawat selama dua hari, Awa akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Dokter mendiagnosa Awa mengalami stroke hipertensi.
Salah seorang rekan kerja Awa, Bambang Purwanto mengaku kaget dengan kepergian almarhum. Pasalnya selama ini, dirinya tidak terlihat mengalami sakit.
“Cukup kaget dengan kepergian Awa. Tentu saya mengucapkan bela sungkawa yang sangat mendalam,” kata Bambang, Kamis sore.
Bambang mengatakan, Awa merupakan sosok wartawan yang suka berpetualang di lapangan. Tempat demi tempat ia datangi untuk mendapatkan sebuah informasi.
Senada dengan Bambang, rekan kerja Awa sekaligus seniornya di KR, Tulus mengaku cukup terheran dengan kepergian Awa. Semasa kerjanya, Awa dikenal gigih dan semangat dalam menjalankan tugas.
“Sebuah kehilangan besar tentunya bagi dunia jurnalistik di Gunungkidul mengingat Awa merupakan sosok yang menjadi panutan,” tutup dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
