fbpx
Connect with us

Peristiwa

Kecewa Tak Boleh Ikut Bekerja, Tambang Batu Kapur Digeruduk Warga

Diterbitkan

pada

Ponjong,(pidjar.com)– Belasan supir truk asal Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, menggeruduk lokasi tambang Batu Kapur PT AMI yang beroperasi di wilayah tersebut. Kedetangan belasan sopir dump truk yang tergabung dalam Komunitas Dum Bedoyo (Komando) tersebut untuk meminta kepada pihak perusahaan yang terkait supaya dilibatkan dalam proses pengangkutan hasil tambang batu. Selama ini, warga mengeluhkan bahwa tidak dilibatkan oleh PT AMI.

Ketua Komunitas Dum Bedoyo (Komando), Haryanto mengatakan bahwa mereka merasa memiliki hak untuk ikut bekerja sebagai jasa angkut. Adapun permintaan untuk ikut bekerja tersebut sudah disampaikan sejak dua bulan yang lalu. Namun hingga saat ini, belum ada realisasi maupun pada perusahaan.

“Kami sudah memohon untuk dilibatkan, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan,” kata Haryanto, Senin(7/03/2022) siang.

Diungkapkannya, permintaan warga setempat sendiri tak muluk-muluk. Dari 14 armada yang tergabung dalam komunitas tersebut, pihaknya awalnya hanya meminta dilibatkan untuk pengangkutan 10 rit untuk setiap harinya. Namun kemudian, permintaan tersebut tak mendapatkan respon dari PT AMI. Bahkan kemudian, dalam perkembangannya, pihaknya menurunkan permintaan menjadi 5 rit tiap harinya. Namun hingga saat ini juga tidak ada kejelasan.

“Akhirnya pernah disetujui tapi hanya 6 rit, itupun dalam seminggu, terus terang kami keberatan kalau kesepakatannya seperti ini,” ujarnya

Oleh karena itu Haryanto bersama anggota yang tergabung dalam komunitas tersebut lantas mendatangi lokasi pertambangan tersebut. Dalam pertemuan tersebut para pengemudi truk mengajukan 3 tuntutan kepada pihak perusahaan.

Berita Lainnya  Kisruh Penaikan Retribusi Pasar, Pedagang Gelar Aksi

“Yang pertama kami sebagai warga sekitar hanya ingin armada dan sopir truk yang berdomisili di sini dapat ikut bekerja mengakut batu dari lokasi tambang ke PT Supersonic. Kemudian yang kedua kami ingin menuntut mundur mandor tambang yang disinyalir tidak memperhatikan warga lingkungan pertambangan,” tandas dia.

“Pada hari ini juga kami menuntut suatu keputusan yang sesuai harapan, apabila belum ada keputusan kami minta untuk perusahaan menghentikan sementara aktifitas pertambangan sampai ada keputusan yang sesuai,” imbuh dia.

Setelah melalui musyawarah dan diselesaikan secara kekeluargaan dengan didampingi pihak Polres Gunungkidul, pihak PT akhirnya menyetujui terkait dengan tuntutan pada point pertama yaitu untuk armada dan sopir truk yang berdomisili di wilayah itu bisa ikut bekerja mengangkut batu.

“Khusus hari Sabtu pengangkutan armada akan saya prioritaskan untuk lingkungan, nanti akan kami serahkan kepada lingkungan untuk bagaimana bisa adil atau bergilir,” ucap Wage yang merupakan perwakilan dari PT Supersonic.

Sementara berkaitan dengan tuntutan pergantian operator dan mandor di lapangan belum dapat diputuskan lantaran menurutnya bukan hak mereka untuk memutuskan hal tersebut. Nantinya, tuntutan tersebut akan disampaikan kepada atasan.

Berita Lainnya  Pelaku Usaha dan Siswa Miskin di 3 Desa Ini Dapat Bantuan Puluhan Juta Dari UPK PPM Satu Hati Playen

“Ada permintaan pergantian operator dan mandor lapangan, tapi itu diluar hak kami. Maka akan kami sampaikan pada pihak yang berwenang di lapangan karena ini bersangkutan dengan kontrak perjanjian,” jelasnya.

“Secara pasti tuntutan yang sudah disampaikan sudah kami terima dan kami setujui,” Tutupnya.

Sebagai informasi, lokasi tambang batu kapur yang berada di wilayah Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, merupakan milik PT. AMI. Selama ini, pengangkutan hasil tambang ke PT Supersonic banyak menggunakan armada dari luar. Bahkan, armada-armada yang digunakan adalah armada milik mandor yang bertugas di lokasi penambangan.

Hal itulah yang kemudian membuat para warga di lingkungan sekitar penambangan merasa kecewa. Di mana seharusnya warga di sekitar lokasi penambangan dapat ikut bekerja mengangkut batu dengan armada yang mereka miliki.

Berita Lainnya  Peluru Yang Bersarang di Bagian Tubuh Diduga Kuat Jadi Penyebab Meninggalnya Kanang

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler