Pemerintahan
Tiada Hujan 60 Hari Berturut-turut, 10 Kecamatan Ini Ditetapkan Status Awas Bencana Kekeringan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait dengan musim kemarau yang terjadi. Pemetaan daerah yang mengalami kekeringan tidak hanya dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saja, melainkan dari BMKG pun juga melakukan pemetaan. Di Gunungkidul sendiri, beberapa kecamatan dipetakan masuk dalam kategori Awas. Pemerintah pun diminta sigap dalam menangani kondisi ini.
Prakirawan BMKG DIY, Indah Retno Wulandari mengatakan, berdasarkan pantauan hingga awal Juli 2019 ini, curah hujan yang terjadi sangatlah rendah. Hal ini kemudian mengakibatkan kemarau dan kekeringan yang terjadi di beberapa daerah. Belakangan ini, terjadi hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut sehingga berdampak pada kekeringan. Kondisi ini dapat terjadi dalam hitungan hari, minggu atau bahkan berbulan-bulan.
“Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh jajaran kami, untuk sejumlah wilayah Gunungkidul dan Bantul telah terjadi hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari lamanya,” kata Indah Retno Wulandari, Kamis (04/07/2019).
Dengan adanya kondisi ini, maka beberapa wilayah dinyatakan berstatus Siaga hingga Awas. Penetapan status ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Data dari BMKG di kabupaten Gunungkidul yang masuk dalam status Awas yakni Kecamatan Tanjungsari, Paliyan, Girisubo, Rongkop, Karangmojo, Ponjong, Wonosari, Saptosari, Semanu serta di Tepus. Kemudian sebagian Kabupaten Bantul dan satu kecamatan di Kulon Progo.
“Kondisi ini perlu penanganan khusus dibandingkan dengan daerah lainnya,” imbuh dia.

Monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan seluruh DIY sudah memasuki musim kemarau dan secara periodik menguat tiap bulannya. Diperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2019. Kekeringan yang terjadi yakni kekeringan meteorologis, di mana dalam kondisi ini curah hujan berkurang dari kondisi biasanya.
Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan yang bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan. Pengurangan ketersediaan air tanah terkait kelangkaan air bersih serta peningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, untuk pantauan yang dilakukan oleh jajarannya, Gunungkidul masih masuk dalam kategori siaga kekeringan. Namun demikian, status ini bisa berubah sewaktu-waktu jika sekiranya kondisi di lapangan terus memburuk. Saat ini saja, dampak kekeringan sudah meluas di beberapa daerah hingga ke 15 kecamatan.
“Kalau dampaknya meluas tentu status yang saat ini bisa berubah,” kata Edy Basuki.
Areal pertanian milik warga pun juga tak luput dari dampak kemarau yang terjadi tahun 2019 ini. Lebih dari 1.800 lahan pertanian milik warga dinyatakan gagal panen lantaran kurangnya pasokan air maupun sumber air yang dimanfaatkan. Pihaknya saat ini hanya bisa melakukan droping air untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak air.
“Sekarang ini masih fokus droping air, belum ada terobosan khusus. Ini kita terbantu dengan adanya beberapa pihak yang memberikan bantuan droping air,” ujar dia.
Sementara itu Ketua DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto mengatakan, kekeringan menjadi sebuah permasalahan atau kondisi yang setiap tahunnya terus terjadi di Gunungkidul. Dengan kondisi yang saat ini terjadi, daerah terdampak cukup banyak dan puso atau gagal panen jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah lembaga guna merumuskan langkah antisipasi.
“Data terkait kekeringan sudah kami pegang. Ini selain koordinasi dengan pemkab dan provinsi juga koordinasi dengan pusat terkait penanganan kondisi ini. Terlebih di bidang pertanian, kami upayakan lebih diperhatikan kembali,” bebernya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized6 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
