fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Gelar Pertemuan Dengan Pokdarwis, Pemerintah Mulai Rencanakan Relokasi Pedagang Pantai Drini

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Pemkab Gunungkidul melalui Pemerintah Kecamatan Tanjungsari telah memulai proses awal untuk penataan di Pantai Drini. Sebagaimana diketahui, pada bencana gelombang pasang beberapa waktu silam, Pantai Drini merupakan salah satu kawasan yang terdampak paling parah. Maraknya pembangunan gazebo di sempadan pantai diduga menjadi penyebab hal ini. Oleh sebab itu, penataan di pantai yang terkenal akan wisata kuliner laut ini cukup mendesak untuk dilakukan.

Beberapa waktu silam, Pemerintah Kecamatan Tanjungsari melaksanakan sosialisasi relokasi terhadap pengelola wisata yang selama ini membangun gazebo di pasir pantai. Setelah mendapatkan pemaparan, pengelola menerima dengan sejumlah syarat.

Camat Tanjungsari Rakhmadian mengatakan, secara umum proses sosialiasi relokasi berjalan lancar. Masyarakat dinilai menerima dengan baik rencana pemerintah untuk melakukan penataan pedagang di kawasan pantai.

"Kemarin kita sudah melakukan komunikasi dengan pokdarwis di Drini. Ada 26 pelaku usaha yang secara resmi setuju penataan pantai," kata Rakhmadian kepada pidjar.com, Senin (27/08/2018).

Berita Lainnya  Kades Grogol Ajukan Surat Pengunduran Diri

Rakhmadian menjelaskan, bentuk persetujuan tersebut berupa kesanggupan menandatangani surat pernyataan untuk siap pindah. Bunyi surat tersebut berisi kesanggupan berhenti melakukan aktifitas pariwisata di pasiran pantai.

"Namun belum ditandatangani, kami masih menyiapkan lokasi relokasi," ujarnya.

Tidak hanya menyediakan tempat baru, Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan pos anggaran pembangunan lapak baru melalui APBD Perubahan. Program ini bertujuan untuk menjauhkan pedagang dari sempadan pantai. Ditargetkan, program ini bisa selesai pada tahun 2018.

"Intinya mereka sudah siap untuk pindah, tinggal menyiapkan lokasi. Kami survey lokasi dengan Dinas Pariwisata dan pihak terkait," ucapnya.

Diakui, surat pernyataan yang dibuat ini dikhususkan kepada anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang mendirikan bangunan di pasiran, atau dekat dengan gelombang laut. Untuk lapak di Pantai Sepanjang, sementara ini pihaknya masih kesulitan mencari lahan relokasi.

"Di sana (Pantai Sepanjang) kan, berderet. Kami juga sedang survey lokasi lahan relokasi," bebernya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pantai Drini membenarkan telah menerima sosialisasi terkait dengan penataan kawasan pantai. Di dalamnya termasuk memindahkan gazebo dari pasiran pantai. Namun demikian, dia mengaku masih belum berani menandatangani surat pernyataan pindah dengan pertimbangan lahan pengganti.

Berita Lainnya  Anggaran Pilkada Resmi Disahkan, Petugas PPK Bakal Dapat Honor Jutaan

"Nanti kalau sudah ada lokasi baru bagi pelaku wisata tentu siap pindah. Tetapi kami ingin memastikan terlebih dahulu tempatnya seperti apa," kata Marjoko.

Pihaknya tidak menampik, pasca-gelombang tinggi, bangunan gazebo di pasiran kembali bermunculan. Marjoko berdalih, telah memperhitungkan segala bentuk resiko, dalam hal ini gelombang pasang jika sewaktu-waktu datang lagi.

"Kami membuat tanggul pemecah ombak," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, penataan kawasan pantai sudah masuk dalam agenda. Meski demikian, ekseskusi di lapangan tetap harus mempertimbangkan banyak aspek.

"Jadi, tidak ada penggusuran. Ibu (bupati) itu tidak tega jika ada penggusuran. Diawali dengan teken surat pernyataan dari pokdarwis," kata Asti.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler