Sosial
Gagal Panen Terparah Jadi Pelajaran, Petani Diminta Gunakan Benih Yang Tahan Kekeringan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pertanian dan pariwisata disebut menjadi 2 komponen penting yang bisa menjadi potensi untuk menyejahterakan warga Kabupaten Gunungkidul. Seperti misalnya sektor pertanian yang memiliki luasan lahan cukup besar. Namun demikian, jika berbicara masalah pertanian, maka selalu akan berbenturan dengan masalah sulitnya air untuk kebutuhan lahan. Untuk itu, pemerintah berusaha mendorong para petani untuk menggunakan dua varietas benih padi pada musim tanam berikutnya yang dianggap tahan terhadap minimnya air.
Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengungkapkan, masalah pertanian di Gunungkidul baru akan muncul pada masa tanam kedua. Yakni di mana jumlah pasokan air mulai berkurang tak sebanyak seperti saat masa tanam di musim penghujan.
Sedangkan, lahan pertanian milik masyarakat saat ini masih banyak ditanami padi. Untuk itu, pihaknya merekomendasikan dua jenis padi hibrida dan non hibrida yang dirasa cocok terhadap kondisi alam di Gunungkidul.
“Padi Inpari 19 termasuk padi genjah bisa dipanen di umur 105 hari untuk lahan sawah. Sedangkan untuk tegalan kami sarankan jenis Segreng,” ucap Raharjo, Kamis (04/07/2019).
Pemilihan padi varietas umur pendek seperti Inpari 19 merupakan salah satu langkah alternatif yang dianggap tepat dalam menyiasati dampak perubahan iklim terutama kekeringan karena kemarau. Ia menyebut, jika waktu penanaman dilakukan secara tepat pada masa tanam ke dua, jenis padi tersebut mampu menghasilkan biji padi yang melimpah.

“Seperti pada lahan di wilayah Kecamatan Nglipar, lahan seluas 10 hektar bisa dipanen padi dengan rata-rata produksi 8,16 ton per hektar,” ungkap dia.
Namun begitu, saat ini masih banyak petani yang belum bisa menentukan masa tanam yang baik. Sebab para petani saat ini dianggap masih terlambat melakukan penanaman padi pada masa tanam ke dua.
“Artinya tidak molor, biasanya permasalahan petani pada masa tanam 2 masih memikirkan panen masa tanam. Sehingga tanam masa tanam kedua bisa molor 1 sampai 2 minggu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DPP Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto menambahkan, pemilihan benih yang tepat dianggap mampu mengurangi risiko gagal panen. Sehingga terlepas dari masalah belum adanya sumur bor atau sumber air lainnya, petani dapat memulai antisipasi dengan memilih benih yang tepat dan mengantisipasi adanya gagal panen seperti tahun ini.
“Pada tahun 2019 merupakan tahun terparah lahan pertanian yang mengalami puso (gagal panen) di Kabupaten Gunungkidul. Sebagai perbandingan tahun 2017 lalu tidak ada yang mengalami puso lahan pertanian di Kabupaten Gunungkidul, 2018 ada 32 hektar yang mengalami puso, sedangkan pada tahun ini ada 1.918 hektar,” paparnya.
Ia menjelaskan pada akhir Mei kekeringan telah berdampak pada 400 hektar lahan pertanian di Gunungkidul, hingga saat ini jumlah luasan lahan yang terdampak semakin meluas yaitu mencapai 1918 hektar seluruh Kabupaten Gunungkidul.
“Puso diakibatkan karena curah hujan sudah tidak muncul lagi di Kabupaten Gunungkidul. Untuk tahun 2019 kali ini curah hujan sangat sedikit sekali karena pada curah hujan muncul baru pada bulan Desember 2018. Lalu pertengahan bulan April sudah tidak ada lagi curah hujan di Kabupaten Gunungkidul. Memang pada tahun ini iklim sangat berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya,” urai Bambang.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
