Sosial
Tiga Kelompok Rentan Pelaku Bunuh Diri
Wonosari (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tahun 2021 ini, rentetan kejadian bunuh diri di Bumi Handayani terus terjadi. Sampai pertengahan tahun 2021 ini, angka bunuh diri telah mencapai 23 kasus yang berarti mendekati angka kasus tahun 2020 kemarin. Jika trend semacam ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin tahun 2021 ini akan menjadi rekor kejadian bunuh diri sepanjang sejarah. Di Gunungkidul sendiri, sejak 15 tahun terakhir, per tahunnya rerata terjadi 30 kasus bunuh diri.
Persoalan ini bukan hanya menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah, namun juga bagi masyarakat, khususnya di tingkat keluarga. Masyarakat diminta agar lebih peka terhadap gejala-gejala yang timbul dan mengarah ke tindakan bunuh diri.
Relawan Inti Mata Jiwa (IMAJI), Wage Dhaksinarga, memaparkan bahwa penyebab bunuh diri adalah multi faktor. Hal ini membuat pencegahannya menjadi cukup rumit. Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan mulai dari tingkat keluarga. Komunikasi yang baik antar anggota keluarga dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin terjadi. Namun kenyataannya, tidak semua keluarga memiliki komunikasi yang baik.
“Orang yang melakukan bunuh diri itu sebenernya ingin melepas masalah dan beban hidupnya. Dalam hal ini keluarga punya peran sangat penting. Kunci pencegahan di tingkat keluarga ialah komunikasi yang baik antar anggota keluarga,” terangnya saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (22/06/2021).
Menurut Wage, ada tiga kelompok rentan melakukan bunuh diri. Kelompok pertama ialah lansia yang hidup sendiri, kelompok kedua ialah orang dengan gangguan jiwa dalam artian orang yang sedang mengalami masalah ekonomi, hutang, asmara, ataupun sakit hati. Sementara kelompok ketiga ialah penyintas bunuh diri, orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri yang kemungkinan akan melakukannya lagi.

“Pengetahuan masyarakat tentang kesehatan mental harus ditingkatkan agar masyarakat lebih peka terhadap gejala-gejala yang mengarah ke tindakan bunuh diri,” lanjutnya.
Dia melanjutkan, ketika orang akan melakukan bunuh diri, selalu menunjukkan gejala-gejala tertentu seperti gangguan tidur, terlihat murung, menyendiri, gangguan makan. Hal inilah kemudian membuat kepekaan dari orang-orang terdekat menjadi sangat penting.
“Biasanya orang sudah berpikir tentang bunuh diri sudah lama, dan pemicu melakukannya bisa apa saja. Namun sayangnya, gejala yang muncul diidentifikasi sebagai gejala fisik. Seperti lambung sakit karena susah makan, ya dikasih obat lambung,” beber Wage.
Atas rentetan kejadian bunuh diri di Gunungkidul, Wage mengajak masyarakat agar lebih mengetahui tentang kesehatan mental. Dia juga mengajak masyarakat jika mengalami atau melihat gejala-gejala yang mengarah ke bunuh diri segera melaporkannya pada layanan kesehatan terdekat.
“Bersama-sama kita mencegah bunuh diri terjadi di Gunungkidul,” tandas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
