fbpx
Connect with us

kesehatan

Tiga Orang Meninggal Setelah Konsumsi Ternak, Dinkes: Hanya 1 Yang Positif Anthrax

Diterbitkan

pada

BDG

Semanu,(pidjar.com)—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan hanya satu orang warga Padukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu yang meninggal dengan status positif anthrax. Sedangkan 2 orang yang meninggal sebelumnya meninggal karena diagnosa lain.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sidig Heri Sukoco. Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan hanya ada satu orang yang meninggal dengan status positif anthrax. Hasil ini merupakan hasil laboratorium dan diagnosis yang disampaikan oleh RSUP dr. Sardjito.

“Hanya satu meninggal karena anthrax. Sedangkan 2 warga lain yang meninggal didiagnosis penyakit lain, namun keduanya memang mengonsumsi daging sapi yang sama,” terang Sidig Heri usai rapat bersama dengan Wakil Bupati dan Balai Besar Veteriner Wates.

Berita Lainnya  Tinggal Dipilih Bupati, Ini Nama-nama Pejabat Yang Lolos 3 Besar Lelang Kepala Dinas

Dijelaskan, saat ini ada 87 warga Padukuhan Jati yang dinyatakan seropositif anthrax atau pernah terpapar bakteri ini. Saat ini, wilayah tersebut diisolasi terlebih dahulu agar penanganan yang dilakukan baik dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tuntas terlebih dahulu.

“Kalau yang 87 ini dalam kondisi baik namun tetap dalam pantauan. Bila di faskes ada dari warga Jati yang memeriksakan diri kami harap menanyakan riwayat apa yang mereka konsumsi,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto. Penanganan dan pemantauan terhadap puluhan warga Padukuhan Jati tetap terus dilakukan oleh petugas. Adapun agar mereka kembali pulih dan sehat kembali.

Berita Lainnya  Gunungkidul Expo Resmi Dibuka Bupati, Stand Milik Para Penyandang Disabilitas Sukses Tarik Perhatian

“Gerak cepat untuk penanganan di lokasi tetap dilakukan. Yang betul-betul karena anthrax (meninggal) hanya satu orang.,” ucap Heri.

Disinggung mengenai KLB, ia mengatakan perlu ada beberapa hal lagi yang dicermati oleh tim. Kendati demikian, untuk saat ini isolasi warga dan lokalisasi ternak diterapkan oleh pemerintah.

Lurah Candirejo, Renik David Warisman, mengatakan awal kejadian antraks di wilayahnya terjadi jauh sebelum idul adha. Ia pun mengaku tidak tahu persis kronologi kejadian adanya penularan antraks di wilayahnya. Ia membenarkan jika adanya sapi yang mati mendadak pada akhir tahun lalu sebanyak dua ekor sapi.

Sepengetahuannya, memang ada salah seorang warga yang sakit dengan gejala seperti terkena antraks. Salah seorang warganya itu pun sempat dibawa ke rumah sakit dan diambil sampel darahnya untuk diteliti lebih lanjut.

Berita Lainnya  Puluhan Ribu Warga Gunungkidul Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Menurutnya, kejadian ini menjadi pelajaran bagi warganya agar lebih memperhatikan kondisi daging yang dikonsumsinya. Karena sudah terlanjur, Pemerintah Kalurahan Candirejo saat ini memilih fokus dalam pendampingan warga terkait pencegahan antraks agar tidak terulang lagi kedepannya. Ia meminta agar masyarakat tidak resah munculnya antraks di wilayahnya, sebab hal itu tentu dapat mempengaruhi aktivitas jual beli ternak di Kapanewon Semanu.

“Fokusnya bagaimana kedepannya tidak terulang, karena ini kan sudah terlanjur,” ujarnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler