Connect with us

Pemerintahan

Kasus Anthrax Maut di Semanu, Warga Sempat Konsumsi Sapi Yang Telah Dikubur

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)— Budaya “brandu” ternak masih banyak dilakukan oleh warga di Kabupaten Gunungkidul. Brandu atau mbrandu merupakan kegiatan membeli ternak yang tengah sakit atau mati kemudian daging ini dijual ke warga dengan harga yang murah untuk dikonsumsi. Sebenarnya brandu ternak bertujuan untuk meringankan beban pemiliknya agar tidak terlalu rugi, seperti halnya yang dilakukan oleh warga Padukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu. Namun sayangnya, tradisi brandu yang dilakukan justru berakibat fatal yakni tertularnya anthrax ke warga yang mengkonsumsi daging ternak tersebut.

Sebagaimana diketahui, di Padukuhan tersebut saat ini ada 87 warga yang seropositif anthrax. Selain itu, ada 1 orang yang meninggal pada bulan Juni kemarin dengan konfirmasi laboratorium positif terpapar anthrax. Pada periode November sampai Mei kemarin tercatat ada 6 sapi dan 6 kambing di Padukuhan Jati yang mati secara mendadak.

Berita Lainnya  Pembangunan Rest Area Bedoyo, Pemerintah Kalurahan Dilaporkan ke Kejaksaan

Hasil penelusuran yang dilakukan oleh surveillance dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, saat itu ternak-ternak yang mati ini secara berurutan. Mirisnya, ada sapi yang mati mendadak kemudian ditangani oleh dokter hewan dikubur sesuai dengan SOP yang berlaku.

Namun sayangnya setelah dokter itu pulang, warga justru menggali bangkai sapi yang telah dikubur ini dan kemudian disembelih dan dibrandu.

“Ada sapi yang sudah mati dan dikubur tapi kemudian oleh warga digali kembali dan disembelih untuk dibrandu,” papar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, WIbawanti Wulandari, Kamis (06/07/2023).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Gunungkidul, drh. Retno Widiastuti mengatakan, sejak adanya laporan mengenai adanya ternak mati di Padukuhan tersebut pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan penelusuran di lapangan. Hasilnya ada 6 sapi dan 6 kambing yang mati pada periode November sampai dengan Juni kemarin. Saat penelusuran dilakukan tim tindak menemukan bangkai ternak yang dikubur, sebab secara keseluruhan sapi mati langsung disembelih dan dagingnya dikonsumsi oleh warga.

Berita Lainnya  Dorong Semua Pelaku Wisata Jalani Vaksin, Dinpar: Supaya Saat Dibuka Bisa Segera Beraktifitas

“Kami tidak menemukan bangkainya. Ada beberapa lokasi yang kami lakukan identifikasi karena disitu merupakan tempat sapi-sapi tersebut disembelih. Hasil uji laboratorium menyatakan tanah di titik-titik itu ada spora anthrax dari darah ternak yang disembelih,” paparnya.

Dirinya tidak menampik bila tradisi brandu masih banyak dilakukan oleh warga Gunungkidul. dengan kembali munculnya anthrax hingga menular ke manusia, pendekatan dan edukasi kepada masyarakat kembali digalakkan baik oleh DPKH maupun Dinas Kesehatan.

“Niat mereka sebenarnya baik agar pemilik ternak tidak rugi kan setelah disembelih ini kemudian sepaketnya di harga 40 ribu. Uang yang terkumpul kemudian diberikan ke pemilik sapi, tapi tradisi seperti ini yang harus diubah sebab berakibat fatal,” imbuh Retno.

Berita Lainnya  Revisi RTRW Gunungkidul dan Lonjakan Luasan Penetapan Kawasan Industri di Candirejo

“Bismillah semoga bisa merubah pola yang demikian. Untuk di Padukuhan Jati ini sementara dilokalisir terlebih dahulu. Bila ada warga yang sakit dan berobat ke faskes kami harapkan memberikan riwayat konsumsi mereka,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

Berita Terpopuler