Peristiwa
Tinggal Sendirian di Rumah dan Sering Sakit-Sakitan, Lansia 77 Tahun Gantung Diri di Pohon Mangga
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Peristiwa bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Rabu (14/10/2020). Adalah Mugiyem (77) warga Padukuhan Paliyan Lor, Kalurahan Karangduwet, Kapanewon Paliyan nekat mengakhiri hidupan dengan mengaitkan sabuk kain (stagen) ke lehernya dan pohon mangga. Diduga ia nekat mengakhiri hidupnya karena depresi akibat penyakit yang ia derita selama beberapa tahun terakhir.
Kapolsek Paliyan, AKP Edi Purnomo mengatakan, jazad Mugiyem tersebut diketahui pertama kali oleh Rubiyo tetangga wanita 77 tahun itu. Saat itu, sekitar pukul 04.30 WIB, Rubiyo selesai sholat subuh dan hendak menuju kamar mandi. Namun di suatu sudut pekarangan ia melihat seseorang dalam kondisi tergantung di pohon mangga.
Melihat sosok orang tergantung, Rubiyo kemudian memanggil Poniyem (istrinya) untuk ikut mengecek dan memastikan siapa orang yang gantung diri di pekarangannya. Kaget bukan main, ternyata yang melakukan tindakan ini adalah Mugiyem. Keduanya kemudian berteriak minta tolong dan tak lama kemudian warga banyak yang berdatangan.
“Pagi tadi kami mendapatkan laporan adanya salah satu warga Paliyan Lor Kalurahan Karangduwet gantung diri. Anggota kemudian ke lokasi untuk evakuasi dan melakukan pemeriksaan,” kata AKP Edi Purnomo, Rabu pagi saat dihubungi.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, petugas medis dan disaksikan oleh sejumlah warga tidak ditemukan adanya unsur kekerasan di tubuh korban. Ia murni meninggal akibat jeratan stagen di lehernya yang ia kaitkan dengan pohon mangga.

Adapun ciri-ciri korban masih utuh menggunakan pakaian, ada bekas jeratan di leher, hidung keluar darah dan jaraknya 1,5 meter antara tanah dengan pohon.
“Tidak ada tanda kekerasan. Hasil pengumpulan informasi, korban memiliki riwayat infeksi lambung dan sakit gatal. Sudah 3 tahun pengobatan, kalau permasalahan ekonomi tidak ada,” tambah Kapolsek.
Selama ini, lansia 77 tahun ini hanya tinggal sendirian di rumahnya. Anak-anaknya tinggal di daerah Semarang dan Solo.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
