Sosial
Tradisi Lebaran Unik di Singkil, Warga Muslim Halal Bi Halal Keliling ke Rumah-rumah Warga Non Muslim
Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tradisi yang cukup unik saat lebaran dapat dijumpai di Padukuhan Singkil, Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Di daerah ini, seluruh warga ikut merayakan lebaran. Tak hanya warga muslim saja, namun warga penganut agama lainnya juga ikut merayakan hari besar agama Islam ini. Sesuai tradisi, usai melaksanakan Salat Ied, warga muslim kemudian berkeliling mendatangi rumah sesepuh desa serta warna non muslim untuk menggelar halal bi halal. Warga non muslim di wilayah tersebut pun menyambut dengan penuh suka cita kedatangan para warga muslim. Sejumlah camilan ringan, minuman hingga makanan disuguhkan untuk menjamu warga muslim yang datang.
Suasana tersebut nampak pada pukul 08.00 WIB pagi tadi. Usai menjalankan Salat Ied di lapangan SD Sanjaya di Padukuhan Pengos, Desa Giring, Kecamatan Paliyan, warga muslim yang terdiri dari ratusan warga dari anak-anak hinga lansia berjalan kaki ke arah selatan menuju Padukuhan Singkil.
Masih dengan busana muslim, peci, sarung dan baju koko bagi pria serta busana hijab untuk para wanita, mereka mendatangi satu persatu rumah warga non muslim dan para sesepuh wilayah. Mereka secara berkelompok datang dan mengucapkan permintaan maaf atas segala tindakan maupun ucapan yang pernah diperbuat selama hidup bermasyarakat.
Suasana haru nampak terlihat lantaran tak sedikit dari para warga meneteskan air mata saat saling mengucapkan maaf itu.
Suasana kemudian cair dan berubah menjadi ceria usai proses saling memaafkan. Warga muslim kemudian bersalam-salaman dan sedikit bersenda gurau untuk kembali mencairkan suasana. Warga non muslim yang saat itu ditempati untuk bersungkeman kemudian mempersilahkan warga muslim untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan.
Diungkapkan oleh tokoh warga muslim setempat, Parmana, tradisi yang ada di Padukuhan Singkil ini memang cukup unik. Adanya tradisi halal bi halal keliling tersebut lantaran adanya keberagaman agama di antara warga Singkil. Tradisi semacam ini membuat hari raya Idul Fitri di Singkil semakin kental terasa.
“Karena kita terdiri dari elemen agama yngg berbeda beda dan kita bertetangga tentunya banyak salah ucap perilaku kepada semua warga di lingkungan sekitar kita,” ucap Parmana.
Ia menjelaskan, kedatangan warga muslim ke rumah-rumah warga non muslim untuk silaturahi meminta maaf pada momentum lebaran ini. Dirinya menilai, dari tahun ke tahun sambutan warga non muslim sendiri cukup luar biasa. Hal ini berimbas pada rasa persaudaraan antar masyarakat yang semakin erat.
“Tahun demi tahun sambutan yang luar biasa warga non muslim membuat warga muslim semakin erat menjaga tali persaudaraan warga khususnya di Padukuhan Singkil. Berbeda-beda agama namun tetep guyup rukun,” terang dia.
Ke depan, dirinya berharap tradisi seperti ini masih terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. Untuk itu, ia sebagai salah satu warga muslim yang dituakan mempunyai kewajiban untuk menularkan tradisi ini kepada anak cucu.
“Harus dilanjutkan, tugas kami sebagai yang dituakan mendidik generasi muda untuk tetap sungkem kepada orang-orang yang dituakan,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang warga non muslim, Norbertus Wiyana mengaku merasa sangat senang dikunjungi warga muslim dalam momen hari raya ini. Senada dengan Parmana, tradisi seperti ini dianggap mampu mempererat persaudaraan ditengah keberagaman yang ada. Ia menyatakan, lantaran tradisi ini, ia merasa bahwa hari raya Idul Fitri ini turut pula dirayakan oleh kalangan warga non muslim di Singkil.
“Karena kita hidup bertetangga, harus guyup rukun, saling membantu dan tidak membeda-bedakan. Kita semua saudara yang wajib guyup rukun,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk persiapan sendiri dilakunan sejak jauh-jauh hari. Baik dari tempat maupun hidangan yang disuguhkan. Ia berharap, warga masyarakt dapat hidup berdampingan dan senantiasa digelimangi cinta kasih.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized5 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
