fbpx
Connect with us

Peristiwa

Truk Pengangkut Jerami Terjun ke Jurang dan Timpa Rumah, 2 Orang Terluka

Diterbitkan

pada tanggal

Patuk,(pidjar.com)–Sebuah truk bermuatan jeramini AB 9412 PD terjun ke jurang sedalam 7 meter di Padukuhan Kepil, Desa Putat, Kecamatan Patuk pada Sabtu (14/12/2019) dini hari tadi. Tak hanya itu, truk tersebut juga menimpa rumah milik salah seorang warga. Akibat dari kecelakaan ini, truk dalam kondisi rusak ringsek. Bahkan san sopir truk yakni Sugito (40) warga Polaman, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan sempat terjebak di dalam truk selama beberapa saat.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Truk sebenarnya melaju dengan kecepatan sedang. Namun saat melewati Turunan Randu Alas di Padukuhan Kepil, rem truk tiba-tiba blong. Sugito awalnya sudah berusaha melakukan pengereman namun tidak berhasil karena muatannya tidak terlalu berat. Akibatnya truk melaju dengan kecepatan tinggi menabrak pohon di pinggir jalan sebelum akhirnya masuk jurang.

Usai terjun ke jurang, truk tersebut juga menimpa rumah salah seorang warga setempat, Lilik. Beruntung, truk tersebut menimpa bagian rumah yang sedang tak dihuni.

Kepada pidjar.com, pemilik rumah, Lilik menceritakan, saat kejadian, ia berserta anak dan istrinya tengah tertidur pulas di dalam kamar. Ia kemudian terbangun karena terkejut mendengar suara benturan yang cukup keras.

“Tiba-tiba dengar suara seperti petir, keras banget. Kaget karena suara itu, saya kemudian terbangun,” kata Lilik, Sabtu pagi.

Mendengar suara tak lazim itu, ia kemudian ke luar rumah dan melihat bodi truk AB 9412 PD sudah tergeletak di sebelah kiri (sisi utara) bagian belakang rumahnya.

Berita Lainnya  Gelombang Pasang Porak-porandakan Pantai Selatan, Belasan Bangunan Rusak, Kapal Nelayan Hancur

“Dari dalam mobil ada suara meminta tolong, saya juga lihat satu orang berusaha keluar. Saya berusaha dekati dan minta tolong warga untuk evakuasi,” tambah dia.

Lantaran sulit untuk melakukan evakuasi, ia kemudian meminta bantuan petugas yang sekiranya mampu melakukan proses evakuasi karena di dalam mobil tersebut masih ada satu orang yang terjebak. Proses evakuasi sopir (Sugito) pun yang terjepit pun memakan waktu cukup lama karena kabin truk yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Selepas subuh atau sekitar 1,5 jam, sopirnya baru bisa dikeluarkan oleh petugas SAR dan PMI. Kabin truk ringsek setelah terjun ke jurang dengan posisi bagian depan terlebih dahulu,”tambahnya.

Adapun kondisi Sugito yang sempat terjebak mengalami patah tulang kaki, kemudian untuk kernet truk, Suryanto (36) warga dusun Jamburejo, Desa Sodo, Kecamatan Paliyan hanya mengalami luka ringan. Keduanya telah mendapatkan penanganan dari medis.

Lilik sendiri mengakui jika di lokasi sering terjadi kecelakaan. Selama tinggal di rumah tersebut, ia mencatat setidaknya sudah ada 10 kali kecelakaan baik sepeda motor ataupun roda empat.

Berita Lainnya  Hantam Karang Usai Dihempas Ombak Besar, Wisatawan Pantai Sepanjang Dilarikan ke Rumah Sakit

“Tiga orang diantaranya meninggal dunia setelah kendaraannya terjun bebas ke jurang akibat rem blong ataupun tak kuat menanjak,” paparnya.

Karena sering terjadi kecelakaan tersebut, ia sengaja mendesain kamar tidur rumahnya di bagian kanan semua. Sementara di sisi kiri yang berdekatan jalan hanya difungsikan untuk menaruh barang serta mushola. Beberapa kali ia terpaksa memperbaiki rumahnya akibat tertimpa kendaraan.

“Di bagian atas itu sudah saya kasih pohon cukup banyak, bahkan sudah ada yang besar. Ya harapannya agar bisa menahan kendaraan kalau terjadi kecelakaan,” jelas Lilik.

Kaswadi, warga yang lain mengungkapkan, kondisi turunan Randu Alas memang cukup berbahaya bagi kendaraan dengan kondisi kurang prima. Sebab kondisi medan di turunan Randu Alas ini memiliki kemiringan 60 derajat dengan panjang cukup jauh sekitar 750 meter.

“Dan tepat di lokasi kecelakaan truk tersebut kondisi jalan sedikit menikung dan di bawah tikungan tersebut berdiri rumah warga,”ujar Kaswadi.

“Kalau dari atas (Nglanggeran) remnya blong ya habis. Dan kalau dari bawah (Sambipitu) tak kuat, ya mundur terperosok. Belum lama ini ada bus rombongan wisatawan mau ke Nglanggeran tak kuat menanjak dan berjalan mundur. Untungnya sopir bisa membanting ke kiri menabrakkannya ke tebing. Kalau tidak ya bisa kayak truk ini,” ungkapnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler