Connect with us

Pemerintahan

Tugas Berat FPRB di Tengah Masih Banyaknya Kalurahan Yang Belum Anggarkan Khusus Penanganan Bencana

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mulai masuknya musim penghujan di Gunungkidul juga dibarengi oleh potensi kebencanaan yang meningkat. Hal ini tentunya menjadi perhatian tersendiri, khususnya bagi Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Gunungkidul. Sebagai penguatan kelompok, beberapa waktu lalu FPRB Gunungkidul menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan resiko kebencanaan.

Ketua FPRB Gunungkidul, Sutari, menyampaikan, FPRB sendiri adalah kelompok yang memiliki tugas cukup berat, terutama dalam penanganan kebencanaan. Dalam penanganan kebencanaan sendiri, tentunya tak hanya kemudian berfokus pada penanganan pasca bencana saja, melainkan juga dalam hal mitigasi bencana. Dengan tugas yang cukup berat tersebut, salah satu sorotan adalah ketersediaan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah Kalurahan. Menurutnya, FPRB di tingkat Kalurahan memerlukan alokasi anggaran untuk penanggulangan bencana terutama untuk menyediakan peralatan yang menyangkut dengan tanggap bencana dan peningkatan kualitas masing-masing personil.

Berita Lainnya  Delapan Tahun Hidup Sendiri Dalam Sepi, Ngadirah Girang Disambangi Wakapolda DIY

“Karena Surat Keputusannya kan dari Kalurahan, konsekuensinya kan harus ada anggaran dari Kalurahan,” ucapnya saat ditemui.

Meskipun terdapat Kalurahan yang sudah berkomitmen menganggarkan dana untuk tanggap bencana, namun masih banyak kalurahan yang belum menganggarkan untuk kebencanaan. Menurutnya, dalam musim penghujan seperti ini yang mana kerap terjadi bencana hidrometeorologi, memang perlu adanya alokasi anggaran untuk tanggap bencana. Pihaknya pun sempat mengusulkan agar terdapat alokasi khusus dari dana desa untuk tanggap bencana.

“Tapi memang tidak semua Kalurahan menganggarkan, bahkan ada anggarannya yang besar. Kalurahan memang ada anggaran, tapi nampaknya masih masuk cadangan kalau untuk kebencanaan, belum ada khusus. Sebenarnya anggaran itu cukup penting karena FPRB Kalurahan itu kan butuh untuk koordinasi, peningkatan kualitas, bahkan dalam pembentukan Kaltana kami melibatkan Lurah, Carik, Kaur Keuangan, agar bisa mengawal ada anggaran khusus untuk kebencanaan,” sambung Sutari.

“Sebetulnya sudah masuk ke Musrenbang Kalurahan, tapi kadang-kadang mental juga dalam pengesahan anggarannya,” terangnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo, mengungkapkan apel kesiapsiagaan relawan FPRB Gunungkidul ini merupakan bentuk kesiapan elemen masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang sudah terjadi dan berpotensi akan menimbulkan kebencanaan ke depannya. Berbagai bencana yang telah terjadi beberapa waktu lalu menjadi sorotan tersendiri untuk menanggulanginya dalam hal pengurangan resiko bencana. Menurutnya, untuk mengoptimalkan peran FPRB di tingkat Kalurahan perlu adanya dukungan alokasi anggaran dari pemerintah Kalurahan.

Berita Lainnya  Penggarapan Molor Berbulan-bulan, Talud Baron Dilaporkan Telah Rampung Dikerjakan

“Teman-teman FPRB ini saya dorong untuk bisa aktif dan kemudian mengusulkan ke Kalurahan, kemarin untuk covid19 saja bisa kan makanya artinya bisa juga untuk tanggap bencana. Sekarang sudah ada 71 Kaltana yang sudah terbentuk, ada informasi juga kalau tanggap bencana dapat mengakses danais ya diusulkan saja. Prinsipnya dari Kalurahan itu berembug, kemudian ada usulan-usulan kita tangkap,” tutup Agus.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler