fbpx
Connect with us

Info Ringan

Tujuh Bahaya Jika Sering Curhat Di Medsos

Published

on

Jogja,(pidjar.com)–Tak bisa dipungkiri, keberadaan media sosial memang membantu para penggunanya. Selain menjadi sarana komunikasi, media sosial juga menjadi wadah untuk menyalurkan segala aspirasi maupun inspirasi. Tak terkecuali soal masalah hati. Ya, media sosial bisa menjadi teman baik dan tempat curhat yang baik. Namun juga bisa menjadi musuh yang menakutkan bagi diri Anda. Tapi, sadarkah Anda ternyata ada bahaya yang sedang mengintai jika Anda tidak pandai menggunakan media sosial Anda? Berikut ini adalah dampak buruk kalau Anda sering curhat di media social dilansir dari mirror.uk.com!

Privasi Tak Terjaga

Daripada menceritakannya ke orang lain, menuliskan curhatan Anda ke media sosial terkadang dirasa lebih aman. Jika Anda tidak ingin tulisanmu dibaca orang lain, tinggal aktifkan modus private saja. Mungkin pemikiran itu juga ada di pada diri Anda? Jika iya, cobalah Anda pikir ulang apakah langkah yang Anda ambil itu aman. Ada banyak kasus yang mengungkap kebocoroan rahasia media sosial meski telah mengatur aplikasinya menjadi privasi. Bahkan di beberapa kasus foto yang telah 3 tahun dihapus dapat muncul kembali.

Membuka Aib Sendiri dan Orang Lain

Asyik berceloteh bebas dengan gaya penulisan di setiap caption media media tanpa sadar terkadang menggiring membuka aib sendiri. Entah Anda sedang sedih ataupun bahagia, tulisanmu akan menggiring opini orang lain tentang kehidupan. Tidak menutup kemungkinan jika Anda tidak hati-hati, Anda bisa membuka aib pasangan, keluarga, sahabat, maupun orang lain yang tidak kita kenal sekalipun.

Berita Lainnya  Enam Film Bioskop yang Siap Tayang Di Bulan Juni

Tidak Peka Terhadap Lingkungan Sekitar

Kadang, keasyikan curhat di media sosial, membuatmu lupa bahkan tidak sadar ada siapa saja yang di sekitarmu. Kalau seharusnya Anda bisa menceritakan curhatan kepada pasangan, keluarga ataupu sahabat, kini curhatan Anda justru di media sosial. Media sosial memang baik untuk berhubungan dengan semua orang. Namun alangkah lebih baik bila Anda ingin berkeluh kesah pilihlah seseorang sebagai tempat cerita. Bertatap muka secara langsung dan mengutarakan curhatan Anda akan memberikan dampak positif secara nyata dalam bentuk saran ataupun dukungan.

Tidak Bisa Mengubah Apa yang Sudah Terjadi

Karena kesal dan emosi, Anda tanpa sadar menuliskan caption negatif dalam media sosial Anda. Meski Anda telah menghapusnya, orang lain mungkin telah melihat apa yang Anda tulis. Bahkan bila ada orang bermaksud jahat, status atau caption Anda bisa disebarluaskan sehingga harga diri Anda pun dapat terancam. Jadi, berpikirlah berulang kali sebelum Anda membagikan curhatan Anda di media sosial.

Masalah Semakin Besar

Tidak sedikit masalah kecil yang menjadi besar ketika diumbar pada media sosial. Padahal masalah tersebut bisa saja langsung diselesaikan secara baik-baik dengan bertatap muka. Contohnya saja, ketika Anda memutuskan untuk membahas kemarahan melalui media sosial, daripada menghadapi anggota keluarga lainnya. Langkah ini bisa menyebabkan kemarahan orang banyak. Padahal sebenarnya dapat diatasi antara kedua belahpihak saja. Oleh karenanya, jika Anda sedang marah dengan seseorang, datangi mereka langsung bukan menceritakannya di media sosial, ya!

Berita Lainnya  Lima Bahan Masker Pelembab Wajah

Menimbulkan Rasa Sombong dan Iri

Niat hati ingin berbagi, curahan hati justru berujung pada keingingan untuk pamer atau riya. Umumnya orang lain menampilkan yang terbaik jika ingin dilihat orang lain. Apabila tujuan hanya ingin mendapatkan pujian, maka media sosial berdampak buruk  untuk Anda. Sebaliknya, jika Anda gunakan media sosial sebagai wadah berbagi inspirasi justru berdampak positif  untuk Anda. Karena banyak orang yang ingin meneladani kisah Anda.

Mencari Perhatian yang Tidak Tepat

Curhat di media sosial baik Anda sadari atau tidak, terkadang tujuannya adalah ingin diperhatikan orang lain. Padahal tidak ada gunanya mendapat simpati dari orang lain. Hanya menjadi ajang memupuk rasa self-esteem yang bisa berlebihan dan berakibat fatal. Apabila  tujuan Anda seperti itu, sebaiknya mulai dikurangi. Daripada menarik perhatian dengan curhatan yang tidak penting, Anda bisa kok menunjukkan prestasi atau pengalaman terbaik.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler