Politik
Tujuh Parpol Non Parlemen Bentuk Koalisi Pilkada, Usung Duet Nasionalis-Ulama Untuk Pimpin Gunungkidul
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Momentum hari raya ini tak lantas mengurangi manuver partai-partai politik di Gunungkidul. Sejumlah parpol membentuk koalisi yang dinamakan koalisi independen guna menyongsong Pilkada Gunungkidul pada 2020 mendatang. Sebanyak 7 parpol yang tidak mendapatkan kursi di DPRD Gunungkidul ini sepakat untuk berkoalisi guna mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati independen pada Pilkada Gunungkidul 2020. Ketujuh partai ini sendiri adalah Partai Berkarya, Partai Perindo, PSI, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Garuda, Partai Bulan Bintang, dan Partai Hanura.
Ketua Koalisi Independen Gunungkidul, Edi Purwanto memaparkan, koalisi ini dibentuk untuk memberikan dinamika politik di Gunungkidul. Artinya, pihaknya menginginkan agar nantinya pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul pada Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang tidak hanya didominasi oleh partai-partai besar. Upaya semacam ini menurut Edi sangat dibutuhkan oleh masyarakat Gunungkidul yang memang membutuhkan pemimpin terbaik agar bisa memajukan dan menyejahterakan Gunungkidul.
“Kalau hanya didominasi oleh parpol besar, masyarakat tidak akan mendapatkan calon terbaik. Makanya kemudian kami berinisiatif membentuk koalisi,” beber Edi ketika ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com beberapa waktu silam.
Ia sampaikan lebih lanjut, meski tak mendapatkan kursi di DPRD Gunungkidul, namun gabungan parpol-parpol non parlemen ini akan memiliki kekuatan dalam membentuk poros baru dalam Pilkada Gunungkidul. Pihaknya sangat optimis ke depan bisa mendapatkan satu pasangan calon yang akan diusung dan didukung dalam kontestasi perebutan GK 1 ini.
Pasca pembentukan koalisi independen ini, pihaknya akan langsung bergerak cepat. Dalam 2 bulan mendatang, ditargetkan pihaknya bisa mendapatkan 65 ribu hingga 70 ribu fotokopi KTP sebagai syarat utama untuk bisa mengusung Cabup independen.
“Kita optimis bisa tercapai karena kami parpol-parpol ini sudah memiliki modal 36 ribu fotokopi KTP yang merupakan pendukung fanatik dari partai kami. Tinggal menambahkan saja dalam 2 bulan ini. Target kami bisa lebih dari 80 ribu KTP dukungan,” beber Ketua DPC Partai Berkarya Gunungkidul ini.
Edi mengklaim, pihaknya memiliki kekuatan yang cukup dalam memenangkan Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang. Selain dari parpol-parpol non parlemen, ia mengklaim bahwa koalisinya ini mendapatkan dukungan dari ormas-ormas yang ada di Gunungkidul. Sejauh komunikasi yang dilakukan, ormas-ormas ini sepakat untuk mengusung calon Bupati independen yang akan ikut bertarung dalam Pilkada Gunungkidul mendatang.
“Kami akan menjadi kekuatan penting dalam Pilkada ini,” ucapnya percaya diri.
Sementara itu, Sekretaris Koalisi Independen Gunungkidul, Agung Nugroho menambahkan, selepas menyepakati akan membentuk koalisi independen, pihaknya juga mulai menjaring nama-nama tokoh yang akan dicalonkan menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul. Komunikasi sendiri telah dilakukan pihaknya guna mencari putra-dan putri terbaik Gunungkidul yang nantinya akan memimpin Gunungkidul. Meski demikian, ketika disinggung nama-nama tersebut, Agung enggan menjelaskan lebih detail. Menurutnya, apa yang dilakukan saat ini baru sebatas komunikasi awal saja.
“Kita masih fokus dalam mengumpulkan dukungan agar memenuhi syarat untuk mengusung calon bupati,” kelitnya.
Walau begitu, pihaknya telah memiliki komposisi Bupati dan Wakil Bupati yang diproyeksikan bakal diusung oleh koalisinya. Duet Nasionalis dan Ulama menurutnya paling tepat untuk memajukan Gunungkidul. Untuk posisi Bupati sendiri, yang terpenting adalah mampu untuk menghidupkan iklim investasi. Bagaimana caranya nanti Bupati Gunungkidul bisa mendatangkan modal untuk membangun Gunungkidul. Akselerasi pembangunan sangat penting dalam memajukan Gunungkidul.
“Sudah ada 1 nama untuk calon bupati dan 2 nama ulama yang kita pinang,” ucap Ketua DPD Partai Perindo Gunungkidul ini.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
