Connect with us

Pemerintahan

Tunggu Perda Anyar, Semua Warung di Gunungkidul Bakal Wajib Terapkan Sistem Plastik Berbayar

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Plastik nampaknya telah menjadi sebuah komponen bagi masyarakat dalam kehidupannya. Beragam permasalahan muncul akibat banyaknya sampah plastik yang tak tertangani dengan baik. Mengantisipasi semakin rusaknya lingkungan akibat sampah plastik, belakangan ini pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tengah gencar melakukan penanganan plastik. Di Gunungkidul sendiri, Surat Edaran dari Bupati menjadi salah satu dasar dari seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengubah pola penggunaan bahan plastik dalam kegiatan yang dilakukan. Bahkan baru-baru ini, tengah dilakukan penyusunan Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pemanfaatan plastik.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Aris Suryanto mengungkapkan, guna mengurangi penggunaan plastik oleh warga Gunungkidul, saat ini pemkab tengah pelakukan penyusunanan Peraturan Daerah. Nantinya selain membahas aturan berkaitan dengan pengelolaan sampah, dalam peraturan tersebut juga diatur mengenai plastik berbayar. Setiap penggunaan kantong plastik yang bertransaksi di warung atau toko akan dikenai biaya tertentu.

Berita Lainnya  Nasib Rumah Sakit di Tengah Seretnya Pembayaran Klaim Perawatan Pasien Covid19 Oleh Kemenkes

“Berkaca pada daerah-daerah lain yang sudah menerapkan aturan tersebut, maka Gunungkidul juga nantinya tidak menutup kemungkinan akan melakukan skema plastik berbayar,” ungkap Aris Suryanto, Senin (21/10/2019).

“Mudah-mudahan tahun 2019 ini Peraturan Daerah itu bisa terbit,” tambah dia.

Jika dilihat, memang produksi sampah plastik sangatlah banyak. Belum lagi plastik-plastik baru yang digunakan pun juga sangat banyak. Padahal benda satu ini, membutuhkan waktu yang lama untuk terurai oleh tanah bahkan ada yang sulit hancur. Kondisi inilah yang perlu segera dilakukan penanganan.

Disinggung mengenai penerapan plastik berbayar yang diterapkan di sejumlah pertokoan dalam rangka pembatasan plastik, menurut dia sejauh ini belum terlihat efektifitasnya. Pasalnya dari dinas sendiri belum ada survei pula berkaitan dengan berapa persen pengurangan penggunaan plastik di kalangan masyarakat. Saat ini, belum semua pertokoan menerapkan skema plastik berbayar ini. Hal ini menjadi salah satu faktor mempan atau tidaknya kebijakan tersebut.

Berita Lainnya  Simulasi Bencana Nampak Nyata, RSUD Wonosari Antisipasi Bencana Gempa Bumi, Kebakaran dan Penculikan Bayi

“Belum semua toko atau warung menerapkan itu, jadi belum terlihat keefektifannya. Tapi nantinya jika ada aturan yang kuat pasti terlihat bagaimana dampaknya,” katanya.

Adapun saat ini, agenda dari pemkab Gunungkidul dalam mengurangi sampah plastik dan penggunaan plastik yakni dengan memberikan edukasi bagi masyarakat luas secara berjenjang dan berkelanjutan. Masyarakat dibekali dengan pengetahuan mengenai pemanfaatan sampah rumah tangga, perkantoran, warung dan lain sebagainya yang harus dipilah-pilah.

Beberapa waktu lalu, terdapat surat edaran dari Bupati berkaitan dengan organisasi perangkat daerah yang diminta mengurangi penggunaan plastik saat memberikan jamuan baik snack atau makanan saat menggelar rapat atau pertemuan lainnya. Langkah ini kemudian diterapkan tak hanya di lingkup Pemda melainkan juga di pemerintah Kecamatan, Desa dan instansi lainnya.

Berita Lainnya  Jaga Harga dan Stok, Dinas Minta Masyarakat Tak Lakukan Panic Buying

“Surat edaran itu sudah mulai diterapkan. Dari lingkup kecil dulu, tentu efeknya juga belum begitu terasa. Tapi paling tidak ada pengurangan penggunaan sampah plastik,” pungkas Aris.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler