fbpx
Connect with us

Sosial

Udara Dingin Saat Malam Hari, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Musim pancaroba tengah dihadapi masyarakat di Bumi Handayani. Bahkan belakangan ini, terutama ketika malam hari, udara dingin yang menusuk begitu terasa. Tentunya, dengan perubahan suhu yang cukup ekstrim, di mana pada saat siang hari terik dan pada malam harinya sangat dingin, berpotensi memicu munculnya penyakit pada manusia. Suhu dingin pada malam ini sendiri diperkirakan akan terus terjadi hingga beberapa waktu ke depan.
Beberapa hari terakhir ini udara di DIY terasa sangat dingin. Bahkan di Kapanewon Wonosari, suhu udara terpantau mencapai 20 derajat celsius. Udara sangat dingin begitu terasa di malam hari dan menjelang pagi.

Kepala Stasiun Klimatologi, BMKG DIY, Reni Kraningtyas mengungkapkan, fenomena suhu dingin terutama saat malam hari ini merupakan hal yang biasa terjadi. Dinginnya suhu itu, kata Reni, disebabkan oleh angin timur yang sedang bertiup menuju wilayah DIY. Salah satu ciri dari angin yang dikenal dengan Monsul Australia ini adalah bersifat kering.

“Suhu terasa dingin di malam hari dan panas di siang hari karena pada saat musim kemarau, angin timuran atau Monsun Australia sedang bertiup menuju wilayah Indonesia, tak terkecuali di wilayah DIY, angin timuran ini sifatnya kering dan tidak banyak membawa massa uap air,” katanya, Senin (27/07/2020).

Menururnya, dengan sifat kering tersebut, maka kemudian tidak terbentuk awan-awan hujan di atmosfer sekitar wilayah DIY. Dengan adanya hal ini, membuat sulit untuk terbentuknya awan-awan hujan. Dengan minimnya jumlah awan di atmosfer maka kemudian akan mempengaruhi suhu udara di bumi.

“Keberadaan awan-awan di atmosfer tersebut berfungsi menjaga kelembaban bumi dengan menghambat pelepasan panas ke atmosfer,” terang Reni.

Ia menjelaskan, terhambatnya pelepasan panas ke atmosfer bumi membuat suhu permukaan bumi menjadi lebih dingin daripada musim hujan.

“Pelepasan energi panas ini yang membuat suhu permukaan bumi pada musim kemarau menjadi lebih dingin daripada musim penghujan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan terutama di musim Pandemi Covid 19. Kendati ia menekankan bahwa covid19 tak dipengaruhi oleh udara, namun hawa seperti sekarang membuat kekebalan tubuh bisa menurun.

“Selama masyarakat tidak patuh protokol kesehatan maka kemungkinan besar bisa terpapar Covid19 dan daya tahan tubuh lebih berpengaruh untuk seseorang menjadi sakit atau tidak,” ucap Dewi.

Oleh karena itu, kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan upaya menjaga kondisi tubuh agar tetap fit harus diutamakan. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Harus dijaga tubuhnya, banyak minum air putih misalnya,” ujar Dewi.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler