fbpx
Connect with us

Pendidikan

UGK Diusulkan Jadi Universitas Negeri

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti memberikan usulan perubahan Universitas Gunungkidul (UGK) menjadi universitas negeri. Aspirasi tersebut disampaikan secara langsung dalam acara rapat kerja dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ketika dihubungi pidjar.com, Esti membenarkan bahwa dirinya menyampaikan aspirasi agar UGK menjadi universitas negeri. Kendati demikian, hal tersebut belum dapat ditanggapi secara langsung oleh Mendikbud, Nadiem Makarim lantaran keterbatasan waktu dalam rapat.

Usulan tersebut secara tidak langsung diakui Esti akan berat terealisasi. Pasalnya masih banyak kendala yang harus dibenahi terkait dengan fasilitas dan jurusan yang ada di UGK.

“Usulannya dari Kemendikbud non formal, diskusi di luar forum rapat. Lebih mudah kalau UGK bergabung dengan UGM. sehingga menjadi UGM yang di Gunungkidul,” ucap Esti, Rabu (10/03/2021) lalu.

Nantinya, jikapun menjadi UGM yang ada di Gunungkidul, tentu banyak pembenahan yang harus dilakukan. Kendati demikian, dirinya belum dapat menyampaikan hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan hal tersebut.

“Ya kalau ini perlu diskusi lebih mendalam, tentu dengan banyak pihak. Tidak bisa dijawab dalam rapat kerja,” kata dia.

Esti berharap, dunia pendidikan di Gunungkidul akan lebih banyak dapat dinikmati oleh masyarakat. Hal itu merujuk pada pesatnya pembangunan di dunia pendidikan di Gunungkidul. Salah satunya ialah dibangunnya kampus UNY di Bumi Handayani.

“Akses pendidikan yang semakin luas di Gunungkidul untuk bisa dinikmati oleh masyarakat Gunungkidul,” tutup Esti sembari menyampaikan bahwa dirinya akan melanjutkan rapat.

Terpisah, Rektor UGK Saryana mengatakan berkaitan dengan UGK diusulkan menjadi universitas negeri tersebut merupakan aspirasi masyarakat pada saat kunker Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu. Selama ini, UGK didukung oleh pemkab Gunungkidul dan juga mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kalau dari yayasan dan UGK selama ini belum mengusulkan hal itu. Tapi kedepan bagaimana, kita mengikuti kebijakan pusat dan akan patuh menerimanya,” ucap Rektor UGK saat dikonfirmasi.

Berkaitan dengan kemungkinan bergabung dengan UGM pihaknya belum sepakat akan hal tersebut. Menurutnya UGK menginginkan berdiri sendiri di bawah naungan yayasan kecil. Sehingga tumbuh dan berkembang bersama dengan masyarakat.

“Harapan kita pemerintah baik pusat maupun daerah bisa mensupport UGK tidak mesti harus jadi negeri. Harapannya ada perhatian baik bantuan, hibah, maupun bantuan dosen,” jelasnya.

Saat ini ada 5 program studi yang sudah ada, diantaranya Administrasi Negara, Ekonomi Pembangunan, Agroteknologi, Sosiatri, dan Teknik Sipil. Sumber daya manusia (Dosen) dan staff lainnya terus ditingkatkan kualitasnya, pun demikian dengan fasilitas sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan perkuliahan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler