fbpx
Connect with us

Pendidikan

Dua Skenario Menyongsong Penerapan New Normal Dalam Dunia Pendidikan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah mempersiapkan era new normal bagi dunia pendidikan untuk tahun ajaran baru. Sedikitnya ada dua skenario yang kini tengah disiapkan dinas sebelum kebijakan new normal untuk dunia pendidikan benar-benar diterapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid memaparkan, pihaknya saat ini sudah menyiapkan dua skenario berkaitan dengan praktek pembelajaran bagi para siswa. Adapun skenario yang pertama yakni para siswa tetap melaksanakan belajar di rumah.

“Sekolah harus menyiapkan fasilitas sesuai dengan protokol kesehatan penanggulangan covid19,” tutur Bahron, Senin (15/06/2020).

Ia menuturkan, skenario kedua yakni siswa yang masuk maksimal 50%. Jam pembelajaran pun juga harus dikurangi 50% per sesi pelajaran.

Berita Lainnya  UNBK Dibatalkan, Kelulusan Siswa Ditentukan Sekolah

“Tapi untuk skenario kedua ini kami tetap menunggu keputusan gugus tugas percepatan penanganan covid19. Kalau sudah siap, ya kita mulai KBM (kegiatan belajar mengajar) di sekolah,” ucap Bahron.

Jika sistem tatap muka pada KBM diberlakukan, pembelajaran di sekolah wajib mengikuti protokol kesehatan penanggulangan covid19. Menurutnya, dua skenario pembelajaran tersebut disiapkan untuk diterapkan pada tahun ajaran baru sesuai kalender pendidikan.

“Kedua skenario ini masih kami digodok dan pelaksanaannya menyesuaikan aturan dari Pemerintah Pusat,” ujar Bahron.

Namun demikian, lanjut Bahron, jika Pemerintah Pusat belum menghendaki pembelajaran langsung di sekolah, maka pembelajaran sistem online kembali diterapkan. Dalam pelaksanaannya, Disdikpora masih menggodok sistematika agar hasilnya lebih optimal.

Berita Lainnya  DPRD Desak Bupati Segera Liburkan Sekolah di Gunungkidul

“Metodenya harus disesuaikan. Kami punya pengalaman sejak Maret ketika belajar dari rumah diberlakukan dan telah kami evaluasi untuk penyiapan dalam tahun ajaran baru,” ucapnya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Tepus, Heriyanto mengatakan, pihaknya sudah siap untuk new normal. Sejauh ini, pihaknya telah menyiapkan alat pengukur suhu, alat cuci tangan dan sabun cair, dan sedikit persediaan masker.

“Apabila ada yang belum menggunakan masker kita kasih, berupaya untuk jaga jarak,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler