Pendidikan
Minggu Depan, Siswa Tingkat Akhir Mulai Kembali Bisa Belajar di Sekolah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkaitan dengan pembelajaran tatap muka untuk siswa kelas akhir di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK). Diperkirakan, proses pembelajaran tatap muka di lingkungan sekolah akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mematangkan materi terakhir bagi para siswa kelas akhir dalam menyongsong kelulusan mereka. Sejumlah sekolah sendiri telah dimonitoring secara langsung oleh Bupati bersama dengan sejumlah pejabat di lingkungan dinas.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Kisworo mengatakan kegiatan belajar tatap muka akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Namun, proses pembelajaran tatap muka ini sementara akan diperuntukan bagi para siswa kelas akhir. Hal itu dimaksudkan sebagai persiapan Assesemen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) bagi para siswa tersebut. Menurutnya, untuk efektifitas pembelajaran akan didesain ada konsultasi langsung antara para siswa dengan guru.
“Baru dikhususkan (pembelajaran langsung di sekolah) untuk siswa kelas akhir yaitu kelas VI SD, IX SMP, dan XII SMA/SMK,” kata Kisworo, Kamis (18/03/2021).
Dalam kegiatan tatap muka ini, tentunya akan diterapkan protokol kesehatan secara ketat. Di mana 1 kelas hanya akan diisi oleh 10 sampai 15 siswa saja dengan durasi kegiatan tatap muka maksimal 2 jam. Kepala sekolah juga memiliki tanggungjawab untuk memantau kedatangan dan kepulangan para siswa ini.
“Jadi untuk siswa kelas akhir ini ada sistem pembelajaran daring dan luring. Sedangkan untuk siswa kelas lain sementara masih BDR (belajar di rumah),” tambah dia.

Saat ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tengah menyusun surat edaran terkait dengan pembelajaran tatap muka ini. Dimungkinkan minggu depan kegiatan ini sudah bisa terlaksana.
Kepala Sekolah SMP N 2 Wonosari, Purwanto mengungkapkan, pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun ini memang memaksa anak didiknya belajar daring. Dalam persiapan ASPD ini, sekolah sepenuhnya telah siap melaksanakan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan belajar terus dilaksanakan bimbingan siswa melalui daring maupun zoom yang mengacu pada regulasi pusat.
Sementara itu Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menambahkan, durasi waktu dan kebersihan harus selalu ditekankan guna mengurangi resistensi penularan. Ia berharap ke depan, kegiatan pembelajaran dapat dilakukan seperti sedia kala.
“Kita berharap semua bisa berangsur bisa kembali berangsur normal, yang sekolah ya bisa sekolah lagi, yang bekerja juga bisa bekerja secara normal lagi. Kita upayakan namun juga harus sangat memperhatikan kesehatan,” tandas Sunaryanta.
Selain melakukan monitoring di SMP Negeri 2 Wonosari, Bupati beserta rombongan juga melakukan monitoring ke SMP N 2 Paliyan dan SMP N 2 Tanjungsari.
-
Uncategorized5 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized1 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
