fbpx
Connect with us

Pendidikan

Minggu Depan, Siswa Tingkat Akhir Mulai Kembali Bisa Belajar di Sekolah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkaitan dengan pembelajaran tatap muka untuk siswa kelas akhir di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK). Diperkirakan, proses pembelajaran tatap muka di lingkungan sekolah akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mematangkan materi terakhir bagi para siswa kelas akhir dalam menyongsong kelulusan mereka. Sejumlah sekolah sendiri telah dimonitoring secara langsung oleh Bupati bersama dengan sejumlah pejabat di lingkungan dinas.

Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Kisworo mengatakan kegiatan belajar tatap muka akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Namun, proses pembelajaran tatap muka ini sementara akan diperuntukan bagi para siswa kelas akhir. Hal itu dimaksudkan sebagai persiapan Assesemen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) bagi para siswa tersebut. Menurutnya, untuk efektifitas pembelajaran akan didesain ada konsultasi langsung antara para siswa dengan guru.

“Baru dikhususkan (pembelajaran langsung di sekolah) untuk siswa kelas akhir yaitu kelas VI SD, IX SMP, dan XII SMA/SMK,” kata Kisworo, Kamis (18/03/2021).

Dalam kegiatan tatap muka ini, tentunya akan diterapkan protokol kesehatan secara ketat. Di mana 1 kelas hanya akan diisi oleh 10 sampai 15 siswa saja dengan durasi kegiatan tatap muka maksimal 2 jam. Kepala sekolah juga memiliki tanggungjawab untuk memantau kedatangan dan kepulangan para siswa ini.

“Jadi untuk siswa kelas akhir ini ada sistem pembelajaran daring dan luring. Sedangkan untuk siswa kelas lain sementara masih BDR (belajar di rumah),” tambah dia.

Saat ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga tengah menyusun surat edaran terkait dengan pembelajaran tatap muka ini. Dimungkinkan minggu depan kegiatan ini sudah bisa terlaksana.

Kepala Sekolah SMP N 2 Wonosari, Purwanto mengungkapkan, pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari 1 tahun ini memang memaksa anak didiknya belajar daring. Dalam persiapan ASPD ini, sekolah sepenuhnya telah siap melaksanakan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan belajar terus dilaksanakan bimbingan siswa melalui daring maupun zoom yang mengacu pada regulasi pusat.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menambahkan, durasi waktu dan kebersihan harus selalu ditekankan guna mengurangi resistensi penularan. Ia berharap ke depan, kegiatan pembelajaran dapat dilakukan seperti sedia kala.

“Kita berharap semua bisa berangsur bisa kembali berangsur normal, yang sekolah ya bisa sekolah lagi, yang bekerja juga bisa bekerja secara normal lagi. Kita upayakan namun juga harus sangat memperhatikan kesehatan,” tandas Sunaryanta.

Selain melakukan monitoring di SMP Negeri 2 Wonosari, Bupati beserta rombongan juga melakukan monitoring ke SMP N 2 Paliyan dan SMP N 2 Tanjungsari.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler