Pemerintahan
Upaya Pemkab Gunungkidul Persempit Ruang Oknum Perangkat Penyalahguna Dana Desa
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menyusul sejumlah oknum pemerintah kalurahan yang terlibat dalam penyalahgunaan dana desa, Pemerintah Kabupaten berkomitmen akan meningkatkan pengawasan dan pembinaan. Kasus terbaru yang saat ini telah masuk ke ranah penyidikan ialah penyalahgunaan dana yang dilakukan oleh staf bendahara di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen. Antisipasi semacam ini menjadi sangat penting agar nantinya, gelontoran dana desa yang cukup besar ini, bisa mencapai tujuan secara optimal, yaitu pembangunan wilayah.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD), Kriswantoro, menyatakan, pihaknya tidak menampik adanya beberapa oknum di pemerintah kalurahan yang terlibat penyalahgunaan dana desa. Dengan adanya kejadian tersebut, menurutnya menjadi catatan penting dalam pengelolaan keuangan kalurahan. Ia menyayangkan dengan adanya sejumlah oknum Pemerintah Kalurahan yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan dana desa selama ini.
“Kasusnya ada yang sudah inkrah dan ada yang baru proses. Terlepas dari berapapun nilainya, kami berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan sesuai dengan peran masing-masing,” ucap Kriswantoro, Jumat (19/11/2021).
Untuk mengantisipasi hal serupa, ia menyampaikan jika bentuk pembinaan dan pengawasan tak menutup kemungkinan akan dituangkan dalam Peraturan Bupati tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Kalurahan. Saat ini, Perbup tersebut tengah digodok oleh jajaran pemerintah. Diharapkan dengan adanya Perbup ini, nantinya tindak penyelewengan anggaran ini bisa diminimalisir.
“Ya tentunya sangat kita sayangkan, semoga ke depan tidak terjadi lagi. Para Lurah bisa lebih memahami aturan-aturan yang berlaku terkait pengelolaan keuangan desa,” sambungnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, Yuris Reza, berpendapat, korupsi dana desa seringkali terjadi karena sejak dalam pengelolaannya tidak transparan, rendahnya akuntabilitas, dan lemahnya pengawasan yang dilakukan. Menurutnya, transparansi pengelolaan anggaran desa dapat mengurangi celah penyalahgunaan oleh aparat kalurahan. Anggaran yang dibuka akan lebih sulit untuk dimainkan karena berbagai pihak dapat mengamati penggunaanya yang akan mengurangi celah korupsi dana desa dengan modus mark up harga, proyek fiktif atau pemotongan.
“Artinya, pemerintah kalurahan perlu membuat sistem yang terbuka mulai sejak perencanaan anggaran, pelaksanaan hingga pelaporan”, ungkap Yuris.
Prinsip akuntabilitas juga dapat ditingkatkan dengan selalu memperbarui informasi terhadap semua proyek atau kegiatan yang bersumber dari dana desa. Untuk mendukung itu, pelaporan semestinya dilakukan secara berkala dan komperhensif sehingga dapat dibaca oleh berbagai pihak.
“Kalurahan juga harus meningkatkan sistem pengawasan baik yang dilakukan oleh BPKal maupun pengawasan langsung oleh publik,” papar dia.
Salah satu contohnya adalah, Pemerintah Kalurahan membuat kanal pengaduan yang dikelola secara efektif. Sehingga memungkinkan adanya pemantauan terhadap dugaan praktik korupsi. Tanggungjawab untuk memperbaiki sistem pengawasan juga ada di tingkat Pemkab.
“Karena seringkali praktik korupsi di sektor kalurahan justru terjadi akibat persekongkolan atau tekanan dari pejabat lain misalnya dengan pendamping desa, pejabat di tingkat kecamatan atau bahkan kepala daerah,” tutupnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
