fbpx
Connect with us

Sosial

Upaya Tumbuhkan Kesadaran Pemuda Menjaga Lingkungan Karst

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Tim Advokasi Karst terus berupaya melakukan kegiatan pengkaderan pemuda peduli lingkungan khususnya di wilayah bekas tambang. Hal ini dimaksudkan agar para pemuda lebih aktif dan perduli dengan permasalahan di sekitarnya, termasuk membentuk lingkungan berkelanjutan di kawasan karst bekas tambang.

Adapun target utama pengkaderan ini adalah di wilayah yang masuk di wilayah karst seperti Gunungkidul, Wonogiri hingga Pacitan. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Pepelingasih DIY dengan mengusung tema “Sinergi Bersama Pemuda Bangun Desa Jaga Lingkungan”.

“Kami mengupayakan pemuda untuk bergerak membangun kawasan karst bekas tambang untuk menjadi tempat wisata yang dikenal publik,” ujar Yudi Hamsah selaku penanggung jawab kegiatan.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya partisipasi pemuda bagi kelangsungan lingkungan. Khususnya permasalahan lingkungan seperti sampah kini kian serius. Dicontohkan peristiwa banjir pada tahun 2017 silam.
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah serta dibarengi intensitas hujan yang tinggi tak pelak menimbulkan banjir. Terlebih, di daerah urban seperti sekarang, daerah resapan air kian menipis akibat semenisasi, bangunan permanen, serta pengaspalan.

“Selain pemerintah yang juga memiliki beberapa program, pemuda juga bisa menginisiasi berbagai aktivitas konservasi lingkungan secara mandiri. Tindakan aktif untuk mengurangi konsumsi barang (reduce), menggunakan barang bekas (reuse), serta mendaur ulang (recycle) untuk mengurangi sampah,” jelasnya.

Berita Lainnya  Puting Beliung Jadi Bencana Terbanyak di Gunungkidul, Kerugian Capai Miliaran

Di era teknologi digital seperti sekarang, penguasaan pemuda terhadap teknologi tentu dapat dimanfaatkan. Hal yang sama juga bisa dilakukan di daerah bekas penambangan karst yang memiliki peluang ekonomi ternyata juga membawa dampak buruk.

Residu aktivitas penambangan seperti debu merupakan sesuatu yang lazim ditemui. Padahal, debu sisa-sisa penambangan semacam ini tentu berbahaya bagi kesehatan.

“Potensi lahan karst semestinya dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui pengelolaan yang baik, kawasan karst dapat disulap menjadi daerah wisata alam yang potensial dan berkelanjutan,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler