Pemerintahan
Vaksinasi Covid19 di Gunungkidul Mulai Sasar Siswa Berkebutuhan Khusus
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Vaksinasi merupakan langkah penting sebagai strategi dalam menanggulangi covid19. Melalui vaksin, sistem daya tahan tubuh seseorang akan mengenali dan belajar melawan virus covid19. Selain mempercepat vaksinasi bagi masyarakat umum dan lansia, pemerintah mulai menyasar pelajar di Kabupaten Gunungkidul tak terkecuali siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
Beberapa hari lalu, sebanyak 360 siswa SLB di Kabupaten Gunungkidul mengikuti program vaksinasi ini. Dengan demikian, nantinya diharapkan agar kegiatan tatap muka dapat berjalan dengan baik, para siswa di SLB sudah memiliki benteng kekebalan tubuh. Pendekatan juga dilakukan oleh petugas dengan orang tua, meskipun demikian memang ada segelintir yang tidak berangkat lantaran takut disuntik.
“360 itu dari 13 SLB di Gunungkidul. Ada beberapa anak yang takut dan tidak berangkat vaksinasi,” kata Ketua Satgas Covid19 SLB N 1 Gunungkidul, Surani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, mengungkapkan jika vaksinasi di setiap lapisan masyarakat sangatlah penting. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kini sedang gencar-gencarnya melaksanakan vaksinasi dengan menggandeng sejumlah lembaga. Sebagai contohnya untuk memberikan nuansa yang berbeda pemerintah bekerjasama dengan pengelola wisata, partai politik, dan beberapa kalangan serta komunitas lainnya.
“Sebenarnya program vaksinasi ini adalah salah satu upaya kami untuk meningkatkan imunitas. Sekarang ini capaian vaksinasi sudah 39 perse, dimana target kami adalah 70 persen warga Gunungkidul tervaksin,” ungkap Heri Santoso.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tak henti-hentinya mengajak masyarakat agar tak takut untuk di vaksin. Ia yakin dalam mengatasi penularan covid19 serta dampak kesehatannya, salah satu yang harus dilakukan ialah percepatan vaksinasi. Menurut data yang diperoleh 90% pasien covid19 di Gunungkidul yang meninggal tidak divaksin.
“Data terakhir yang kami dapatkan bahwasanya 90% pasien yang meninggal belum divaksin, kemudian sebanyak 2% pasien meninggal sudah divaksin satu kali, dan 1% pasien yang meninggal yang sudah divaksin dua kali,” jelas Wakil Bupati.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
