fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Vaksinasi Covid19 di Gunungkidul Mulai Sasar Siswa Berkebutuhan Khusus

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Vaksinasi merupakan langkah penting sebagai strategi dalam menanggulangi covid19. Melalui vaksin, sistem daya tahan tubuh seseorang akan mengenali dan belajar melawan virus covid19. Selain mempercepat vaksinasi bagi masyarakat umum dan lansia, pemerintah mulai menyasar pelajar di Kabupaten Gunungkidul tak terkecuali siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).

Beberapa hari lalu, sebanyak 360 siswa SLB di Kabupaten Gunungkidul mengikuti program vaksinasi ini. Dengan demikian, nantinya diharapkan agar kegiatan tatap muka dapat berjalan dengan baik, para siswa di SLB sudah memiliki benteng kekebalan tubuh. Pendekatan juga dilakukan oleh petugas dengan orang tua, meskipun demikian memang ada segelintir yang tidak berangkat lantaran takut disuntik.

“360 itu dari 13 SLB di Gunungkidul. Ada beberapa anak yang takut dan tidak berangkat vaksinasi,” kata Ketua Satgas Covid19 SLB N 1 Gunungkidul, Surani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, mengungkapkan jika vaksinasi di setiap lapisan masyarakat sangatlah penting. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kini sedang gencar-gencarnya melaksanakan vaksinasi dengan menggandeng sejumlah lembaga. Sebagai contohnya untuk memberikan nuansa yang berbeda pemerintah bekerjasama dengan pengelola wisata, partai politik, dan beberapa kalangan serta komunitas lainnya.

“Sebenarnya program vaksinasi ini adalah salah satu upaya kami untuk meningkatkan imunitas. Sekarang ini capaian vaksinasi sudah 39 perse, dimana target kami adalah 70 persen warga Gunungkidul tervaksin,” ungkap Heri Santoso.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tak henti-hentinya mengajak masyarakat agar tak takut untuk di vaksin. Ia yakin dalam mengatasi penularan covid19 serta dampak kesehatannya, salah satu yang harus dilakukan ialah percepatan vaksinasi. Menurut data yang diperoleh 90% pasien covid19 di Gunungkidul yang meninggal tidak divaksin.

“Data terakhir yang kami dapatkan bahwasanya 90% pasien yang meninggal belum divaksin, kemudian sebanyak 2% pasien meninggal sudah divaksin satu kali, dan 1% pasien yang meninggal yang sudah divaksin dua kali,” jelas Wakil Bupati.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler