fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Langkah Cepat Selamatkan Anak-anak Yang Orang Tuanya Meninggal Lantaran Wabah

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Sosial tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang orangtuanya meninggal dunia karena terpapar covid19. Pendataan ini dimaksudkan untuk mengetahui secara riil berapa jumlah anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya. Nantinya data tersebut akan diserahkan ke Kementerian Sosial sebagai dasar penentuan kebijakan dan perhatian terhadap anak-anak yatim maupun piatu itu guna menjamin masa depan mereka.

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengungkapkan, sejak beberapa waktu lalu petugas Dinas Sosial Gunungkidul memang melakukan pendataan terhadap anak-anak yang orangtuanya meninggal dunia karena covid19. Setelah pendataan ini, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dan eksekusi lanjutan yang akan diterapkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Saat ini masih dalam proses pendataan yang disinkronkan dengan data lainnya. Setelah didata ini nanti tindak lanjutnya seperti apa kami masih menunggu informasi dari pemerintah pusat,” kata Siwi Iriyanti, Sabtu (21/08/2021).

Pastinya, anak-anak yang ditinggal orangtuanya karena meninggal dunia memang harus ditangani secara menyeluruh. Rasa traumatik maupun terpukul pasti dialami oleh anak-anak tersebut. Apalagi bagi mereka yang masih dibawah umur. Perlu adanya asesemen dan pendampingan baik dari keluarga terdekat maupun pihak lainnya untuk memberikan perhatian, bimbingan arahan, serta kasih sayang yang cukup.

“Kalau pendampingan ini jika dari keluarga terdekat masih ada tentu lebih baik, tapi dari teman-teman TKSK dan Peksos di Gunungkidul juga ada kok yang ikut melakukan pendampingan,” imbuh dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Subiyantoro melalui Kepala Seksi Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Achmad Afandi pendampingan untuk memberikan perhatian terhadap anak yang orang tuanya meninggal dunia karena covid19 perlu dilakukan. Untuk saat ini dinas sosial memang sedang melakukan pendataan.

“Kalau di kami jika memang ada permintaan dari lapangan akan ikut melakukan pendampingan, apalagi jika anak tersebut membutuhkan psikolog,” ucapnya.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menambahkan, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul agar serius dalam menangani persoalan para anak yang harus kehilangan orang tuanya ini. Menurutnya, hal ini adalah tanggung jawab negara yang harus hadir untuk seluruh warganya.

Persoalan anak yang kehilangan orang tuanya yang meninggal lantaran covid ini disebutnya cukup kompleks. Selain memberikan penguatan terhadap beban psikologis anak, hal ini juga menyangkut bagaiamana menyelamatkan masa depan anak tersebut. Bukan tidak mungkin lantaran kehilangan orang tua itu, para anak ini juga kehilangan jaminan finansial, termasuk juga biaya sekolah mereka.

“Yang kaya jadi miskin bisa kaya lagi. Yang usahanya bangkrut bisa bangkit lagi, tapi yang ditinggal pergi untuk selama-lamanya tak bisa kembali lagi,” tutur Endah.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil sejumlah OPD guna membahas hal ini secara khusus. Diantara yang akan dipanggil adalah Dinas Kesehatan dan Disdukcapil untuk mendapatkan data secara pasti juga Dinas Sosial serta Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) guna mencari terobosan bantuan apa yang nantinya bisa diberikan pemerintah dalam menjamin masa depan anak-anak tersebut.

“Sekali lagi, negara harus hadir untuk seluruh rakyatnya. Nanti akan secepatnya kita lakukan pembahasan. Saya juga sudah minta data yang komprehensif agar pembahasan langkah bisa lebih cepat,” tutup Endah.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler