Pemerintahan
Mulai Buka Komunikasi Dengan Investor, Sunaryanta: Perusahaan di Gunungkidul Harus Mau Libatkan Pemdes dan Masyarakat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Gunungkidul, Sunaryanta-Heri Susanto masih menunggu dua sesi lagi untuk bisa secara resmi menjadi nahkoda dalam pemerintahan kabupaten Gunungkidul periode 2021-2024 mendatang. Sunaryanta sendiri optimis bisa langsung tancap gas dalam bekerja meski pada awal tahun masa kepemimpinannya, pihaknya baru bisa melanjutkan program anggaran dari bupati sebelumnya. Mantan perwira TNI ini sendiri akan fokus pada sektor kesehatan serta pemulihan ekonomi masyarakat yang runtuh akibat pandemi yang setahun terakhir ini terjadi.
Kepada awak media, Bupati Terpilih Sunaryanta mengatakan, sejak mengetahui keunggulannya dalam Pilkada Gunungkidul, pihaknya telah melakukan pemetaan awal berkaitan dengan situasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hal inilah yang nantinya akan menjadi pertimbangan utamanya dalam mengambil kebijakan.
“Ya dipetakan dulu nanti, kondisi daerah bagaimana. Tentu perlu bantuan teman-teman di organisasi perangkat daerah maupun masyarakat,” kata Sunaryanta, Selasa (26/01/2021).
Dipaparkannya, terobosan dalam hal akselerasi pemulihan perekonomian adalah salah satu sektor yang menjadi prioritasnya. Selain sejumlah program dari Pemerintah Kabupaten maupun Daerah, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan pejabat di pemerintah pusat agar nantinya program-program pusat bisa masuk ke Gunungkidul. Sebagai pejabat yang lama bertugas di Kementrian Pertahanan, memang tentu ada cukup banyak koleganya yang bisa dilakukan loby berkaitan dengan hal tersebut. Tak hanya itu, pelibatan investor juga akan sangat krusial dalam pembangunan ekonomi masyarakat, dalam hal ini adalah pembukaan lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya.
Saat ini pihaknya juga sudah mulai melakukan komunikasi dengan sejumlah rekannya yang sekiranya berpotensi menanamkan modalnya untuk ikut memajukan Bumi Handayani. Tentunya investor yang akan digandeng tersebut disesuaikan dengan apa potensi yang dimiliki Gunungkidul. Sehingga benar-benar meningkatkan pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakatnya.
“Kita sudah ada komunikasi. Untuk sementara hanya sedikit dulu yang bisa saya sampaikan, nanti kalau setelah pelantikan baru kita bahas semua. Yang jelas, investor yang mau masuk ke Gunungkidul, harus melibatkan pemerintah desa dan tentunya masyarakat Gunungkidul,” tambah dia.
Ia menyadari, di masa pandemi seperti sekarang, banyak usaha-usaha masyarakat yang terpuruk, untuk itu perlu penanganan yang lebih dan keterlibatan pemerintah. Pengamatan yang ia lakukan selama ini, untuk usaha-usaha kemasyarakatan sebenarnya banyak namun demikian memang diperlukan sejumlah terobosan agar bisa berdampak maksimal, termasuk dalam hal ini adalah pelatihan, permodalan, maupun pemasaran.
Pelatihan-pelatihan kepada masyarakat Gunungkidul juga akan diberikan nantinya untuk meningkatkan keahlian. Sehingga majunya daerah akan dibarengi dengan majunya kualitas masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi penonton tapi juga ikut berkontribusi.
Menurutnya, pelatihan skill itu tidak hanya dari pemerintahan tapi dari jaringan luar sebenarnya juga bisa ikut didalamnya. Ia juga menggarisbawahi, beberapa potensi daerah masih belum tergarap dengan baik. Untuk itu masa pemerintahannya akan ditingkatkan kembali.
Sebagai contohnya adalah budidaya perikanan yang diintregasikan dengan magot. Ini sebenarnya sebuah terobosan baru dengan nilai yang sangat menguntungkan. Budidaya semacam ini sudah ia jalankan dengan beberapa anak didiknya.
“Saya tidak akan anti kritik. Saya harap kinerjanya nanti juga diamati dan diawasi betul oleh masyarakat, legislatif, hingga media,” imbuh dia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Terpilih, Heri Susanto. Nantinya langkah konkret akan segera dilakukan pada masa pemerintahannya. Visi misi yang telah diusung selama ini akan direalisasikan. Berkaitan dengan pandemi covid19, ia mengatakan edukasi protokol kesehatan masih sangat perlu dilakukan.
“Masih sangat perlu. Selain realisasi visi misi tentu penanganan pandemi menjadi yang utama, pemulihan kondisi ekonomi menjadi salah satunya agar masyarakat dapat bangkit kembali,”ucapnya.
Ia mengatakan, perhatiannya saat ini ada pada kondisi ekonomi masyarakat. Sebab banyak masyarakat yang terdampak, baik usaha maupun pekerjaan mereka. Bersama rakyat, nantinya akan diupayakan bagaimana mengatasi kondisi sekarang.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
