Pemerintahan
Wacana Perpanjangan Pemberian BLT Dana Desa
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Pusat berencana untuk memperpanjang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa. BLT Dana Desa yang semula hanya diberikan selama 3 bulan, kemudian ditambah lagi hingga 3 bulan ke depan. Besaran yang akan diterimakan yakni sebesar 300 ribu rupiah per keluarga penerima manfaat per bulan. Meski begitu, nampaknya pembahasan masih terus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang final dari rencana ini.
Menyikapi wacana tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah meresponnya. Namun demikian, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa masih menunggu petunjuk teknis mengenai rencana ini. Sementara ini, wacana yang masuk masih bersifat informasi, sehingga pemerintah kabupaten belum bisa berbuat banyak.
“Kita masih menunggu petunjuk teknis (juknis),” kata Kepala Bidang Pemberdayaan, DP3AKBPMD Gunungkidul, Subiyantoro, Rabu (17/06/2020).
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih fokus dalam penyaluran BLT pada tahap 1, 2, dan 3. Mengingat secara keseluruhan, ada anggaran sebesar 42,5 miliar rupiah yang digunakan untuk penyaluran BLT Dana Desa dengan jumlah 23.614 kepala keluarga.
Sementara itu, Lurah Pacarejo, Kapanewon Semanu, Suhadi mengungkapkan, perpanjangan pemberian bantuan tersebut sudah didengar oleh pihaknya. Hal ini dianggap tidak menimbukan kekhawatiran di tingkat Kalurahan, mengingat sudah dilakukan perhitungan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
“Mengenai hal itu tentu saja tidak menjadi masalah. Karena sesuai dengan prosentase dan sudah dilakukan refocusing anggaran dari dana desa,” ucap Suhadi.
Di Kalurahan Pacarejo sendiri mulanya mendapatkan transfer dana desa sebesar 1,4 miliar rupiah. Kemudian untuk pemberian BLT Dana Desa ini, sebesar 35 persen anggaran yang dimanfaatkan total sekitar 490 juta rupiah untuk 273 orang penerima bantuan. Dengan dialihkannya anggaran ini, tentunya sejumlah proyek pembangunan dan pemberdayaan yang digagas terpaksa ditunda terlebih dahulu.
“Harapan kami, penerima bantuan nantinya tidak mengacu pada penerima BLT tahap pertama. Tetapi bisa diberikan ke warga lain, tentu hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan mengingat ada regulasi yang harus diikuti,” tambah dia.
Sebagai salah satu kalurahan terbesar dengan jumlah warga yang banyak, tentu dengan skema pemberian bantuan di tengah pandemi ini masih banyak warga yang belum tersasar bantuan. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh satu dua kalurahan saja, melainkan hampir semua Kalurahan menghadapi kondisi serupa.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized6 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized3 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
