Peristiwa
Waspada, Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkam akan adanya potensi gelombang tinggi yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia. Perairan selatan jawa pun diperkirakan akan terjadi gelombang sangat tinggi dengan ombak setinggi 4-6 meter pada 7 Juli hingga 8 Juli esok.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Baron, Surisdiyanto, mengatakan dalam dua hari terakhir gelombang di pantai wilayahnya terpantau cukup tinggi. Berdasarkan perkiraan gelombang mencapai 4 hingga 6 meter.Guna menghindari kecelakaan laut wisatawan, pihaknya pun selalu menghimbau agar wisatawan tidak bermain air terlalu ke tengah.
Terkait kerusakan, menurutnya gelombang tinggi yang terjadi saat ini belum menimbulkan kerusakan pasa kios-kios pedagang ataupun kapal nelayan.
“Kami selalu menghimbau baik teguran langsung ataupun melalui pengeras suara, itu semua juga menyangkut keamanan wisatawan itu sendiri,” kata Surisdiyanto, Jumat (07/07/2023).
Lebih lanjut ia mengatakan, Kamis siang kemarin akibat gelombang tinggi ada kapal milik nelayan di Pantai Kukup yang karam usai diterjang gelombang tinggi. Beruntung kapal tersebut kemudian berhasil dibawa ke tepi pantai oleh Tim SAR.
“Untuk saat ini cuaca memang tidak mendukung untuk aktivitas melaut,” paparnya.

Tak hanya itu, salah seorang wisatawan sempat terseret ombak di Pantai Kukup lantaran bermain air terlalu ke tengah saat gelombang tinggi terjadi. Beruntungnya, wisatawan tersebut dapat segera diselamatkan oleh petugas.
Salah seorang wisatawan yang sempat terseret ombak, Septiana Dwi Kusuma, mengatakan dirinya sebelumnya tidak tahu akan gelombang tinggi yang sedang menerjang pesisir selatan Gunungkidul. Ia mengaku hendak mengambil foto di perairan pantai kukup, namun saat sedang berpose ia kemudian diterjang gelombang tinggi yang membuatnya terseret air.
Kejadian itu diakuinya sebagai pengalaman saat bermain air di pantai, atas kejadian itu ia mengaku merasa shock dan mengalami luka di lututnya lantaran terkena batu karang.
“Tidak begitu memperhatikan ombaknya, tiba-tiba gelombang tinggi datang. Saya sempat berlari tapi terpeleset dan terseret,” tutup wisatawan asal Surabaya itu.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
