fbpx
Connect with us

Pariwisata

Wisata Alam Disebut Relatif Aman Dari Penyebaran Covid, Pariwisata Gunungkidul Bisa Mulai Dibuka Pekan Depan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah menyiapkan skema new normal bagi dunia pariwisata Gunungkidul yang lumpuh selama pandemi. Sejak dua minggu ini, pemerintah fokus melaksanakan simulasi di sejumlah obyek wisata. Jika semua terpenuhi sesuai dengan standar kesehatan, lokasi wisata di Gunungkidul bisa dibuka pada pekan depan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi memastikan bahwa pariwisata di Gunungkidul aman. Menurutnya, dengan protokol kesehatan yang dipatuhi, obyek wisata yang mayoritas berada di ruang terbuka akan realatif bebas dari ancaman penyebaran covid19.

“Menurut hemat saya, obyek wisata sudah siap dikunjungi. Jika kita lihat dari simulasi di Nglanggeran, Kalisuci, Kukup dan Baron yang telah dilaksanakan ini,” jelas Immawan saat mengikuti simulasi new normal di Gunung Api Purba Nglanggeran, Selasa (16/06/2020).

Pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap lokasi wisata yang nantinya akan melaksanakan ujicoba. Pelaku usaha wisata nantinya akan diberikan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum membuka lokasi obyek wisata.

Berita Lainnya  Menikmati Eloknya Pemandangan Hijau di Kampung Emas, Jauh dari Kota, Dekat dengan Alam

“Jika kelamaan tidak dibuka, nanti beban ekonomi masyarakat makin berat,” ucap Immawan.

Namun demikian, pihaknya masih belum bisa memastikan bagaimana nanti melakukan pemetaan asal wisatawan datang. Menurutnya, fasilitas kesehatan seperti thermo gun nantinya bisa digunakan untuk skrining awal para wisatawan yanng datang.

“Lokasi wisata juga harus memiliki ruang isolasi apabila ditemui wisatawan yang suhunya lebih dari 37,3 derajat dan terkoneksi dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti memaparkan, seusai simulasi ini, pihaknya akan membagikan video kepada para pelaku wisata. Video tersebut digunakan sebagai panduan bagaimana pelaku wisata melayani wisatawan pada masa new normal.

“Setelah simulasi ini kami akan mengundang seluruh pelaku wisata untuk bergabung pada sosialisasi melalui zoom meeting, kami bagikan dan terangkan secara virtual,” jelas Asti.

Nantinya, lanjut dia, ada empat lokasi wisata yang akan diujicoba. Keempatnya yakni Gunung Api Nglanggeran, Kalisuci, Pantai Kukup dan Baron.

Berita Lainnya  Menilik Magisnya Pohon Duras Dalam Keindahan Pantai Pok Tunggal

“Syarat yang harus dipenuhi untuk ujicoba seperti fasilitas kesehatan, kesiapan pelaku wisata harus siap dulu baru dibuka untuk umum,” ujar Asti.

Ia mengatakan, pada masa ujicoba ini, obyek wisata harus melakukan pembatasan jumlah wisatawan. Di samping itu juga pembatasan jam kunjungan dan pembatasan hari kunjungan.

“Kalau biasanya setiap hari buka, harus ada satu hari libur untuk membersihkan dan menyeterilkan semua titik wisata,” kata Asti.

Jika semua hal tersebut sudah siap dan terpenuhi, Asti menyebut, lokasi wisata bisa mulai beroperasi pekan depan. Ia mengatakn, untuk mencegah ledakan jumlah wisatawan yang hadir pembatasan tiket akan diberlakukan.

“Misal di Pantai Baron dan Kukup, harus kita pantau betul berapa tiket yang tersedia kemudian karena pantai luas dan berhubungan nanti di tiap pantai yang lainnya ada petugas yang jaga,” tutupnya.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler