Sosial
Wisatawan Masih Padati Kawasan Pantai di Tengah Peringatan Gelombang Tinggi, Nelayan dan Pelaku Wisata Pilih Liburkan Diri
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Adanya perkiraan kenaikan ketinggian gelombang laut pada Rabu (18/07/2018) sore hingga esok hari tak berpengaruh terhadap kunjungan wisata. Para wisatawan dari berbagai daerah masih cukup banyak yang berdatangan ke kawasan pantai selatan.
Perihal prediksi terkait kenaikan gelombang air laut di kawasan pantai selatan Gunungkidul sendiri belum terjadi hingga Rabu sore tadi. Diperkirakan fenomena alam itu akan terjadi pada malam nanti hingga esok hari.
Pantauan pidjar-com-525357.hostingersite.com di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, gelombang air laut masih terlihat biasa-biasa saja. Namun demikian, tidak nampak wisatawan yang bermain ombak di pantai dengan ciri khas kuliner tersebut. Mereka (wisatawan) terlihat santai bermain di aliran arus sungai yang saat ini mulai dangkal akibat musim kemarau.
Sejumlah pedagang memilih menutup shelternya lantaran banyak dari mereka saat ini tengah sibuk dengan perayaan tradisi rasulan.
Suasana nampak berbeda ketika pidjar-com-525357.hostingersite.com mendatangi Pantai Drini, Desa Banjarejo. Wisatawan terlihat lebih banyak bermain dengan ombak di tepi pantai. Sesekali ombak besar datang menyapu dan bersamaan dengan itu, terdengar teriakan seseorang memberikan himbauan agar menepi.

Salah seorang wisatawan asal Yogyakarta, Cahyono (24) mengatakan bahwa peringatan dini gelombang tinggi memang terlihat menghiasi halaman media masa dan media sosial. Namun demikian, hal itu tak mengurungkan niatnya untuk berwisata.
"Banyak di twitter membicarakan kenaikan gelombang air laut. Tapi tetap ke sini (Drini) yang penting kita hati-hati dan selalu waspada," terang Cahyono.
Gelombang tinggi diperkirakan datang pada hari Rabu (18/7/2018) mengancam pesisir selatan Yogyakarta. Sejumlah lapak dan kapal nelayan yang berada di peisisir pantai sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
Di Pantai Sadranan, Kecamatan Tepus para pengelola wisata snorkeling menghentikan aktifitas. Sesuai dengan kesepakatan pengelola, aktifitas snorkeling dihentikan sementara sampai kondisi normal.
"Kesepakatan warga dan pengelola snorkeling pantai Sadranan untuk sementara tidak melakukan aktivitas, menunggu kondisi normal," kata Pengelola Pondok Wisata Snorkeling Wito, kepada wartawan.
Dia mengatakan, penghentian sementara ini untuk keamanan semua pihak termasuk wisatawan dan juga pengelola. Sebagaimana diprediksi sebelumnya, gelombang laut memang mengalami kenaikan yang signifikan. Saat ini, gelombang laut di Pantai Sadranan, air mencapai sekitar gazebo.
"Tadi gelombang sempat naik hingga sekitar gazebo, sekarang masih tinggi tetapi tidak seperti tadi," kata salah seorang wisatawan Yusuf Aditya
Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II, Marjono mengatakan dari pantauan pihaknya, gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai 27 fit atau 8 meter itu belum terlihat. Saat ini kondisinya masih stabil dan aman untuk digunakan berwisata.
"Saat ini hanya sekitar 15 fit saja. Masih tergolong aman. Dari pantauan hari ini tidak ada laka laut karena wisatawan mendengarkan arahan teman-teman SAR," kata Marjono.
Hal senada juga diungkapkan Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I, Sunu Handoko, gelombang tinggi sampai saat ini belum terlihat di wilayah pantai di Kecamatan Girisubo. Dimungkinkan fenomena alam itu akan terjadi malam atau bahkan Kamis (19/07/2018) esok.
"Kita belum tahu pastinya mungkin mulai jam 10 malam nanti Tapi untuk nelayan masih tidak melaut. Kapal-kapal mereka diamankan di tempat yang lebih tinggi," pungkas Sunu Handoko.
-
Uncategorized3 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized1 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized5 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
