Pemerintahan
Wujudkan Satu Peta DIY, Seluruh Lahan Ditargetkan Sudah Bersertifikat di Tahun 2019
Nglipar,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ratusan ribu bidang tanah di seluruh DIY, termasuk di Gunungkidul tercatat masih belum bersertifikat. Pemerintah sendiri melalui Badan Pertanagan Nasional menargetkan pada tahun 2019 mendatang, seluruh bidang sudah bisa bisa tersertifikasi. Hal ini dijanjikan saat kunjungan Wakil Gubernur DIY dalam acara Pencanangan Gerakan Pemasangan Tanda Batas Tanah Masyarakat di Balai Dusun Ngalihan, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar pada Rabu (27/12/2017) siang tadi. Kawasan selatan nantinya akan mendapatkan prioritas khusus dalam program sertifikasi lahan.
Kepala Kantor BPN DIY, Tri Wibisono memaparkan, pihaknya mencatat masih ada sekitar sekitar 340.000 bidang tanah di DIY yang belum memiliki sertifikat. Jumlah ini sebenarnya menurun cukup tajam lantaran sepanjang tahun 2017 ini, pihaknya berhasil menyertifikat 100.000 bidang tanah.
“Kita targetkan pada 2 tahun ke depan, seluruhnya bisa disertifikasi,” tutur Tri, Rabu siang.
Sesuai dengan jatah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Pemerintah Pusat. Pada 2018, DIY mendapatkan jatah sertifikasi sebanyak 240.000 bidang tanah. Dengan adanya hal ini, ia optimis dalam 2 tahun ini proses sertifikasi lahan bisa terselesaikan.
“Nanti kami akan prioritaskan daerah-daerah di wilayah selatan yang mendapatkan program PSTL,” ujarnya.

Target sertifikasi sendiri nantinya tidak hanya bidang tanah yang dimiliki perseorangan namun juga menyasar keseluruhan termasuk diantaranya Sultan Ground (SG), Pakualaman Ground (PAG), tanah kas desa, tanah wakaf, hingga tanah peribadatan. Ditambahkan Tri, jika nantinya pada lahan-lahan tersebut memiliki dasar penguasaan yang kuat, pihaknya tak akan ragu untuk membuatkan sertifikat.
“Pada tahun 2020 mendatang, sudah ada kebijakan satu peta di DIY,” kata Tri.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X yang membacakan sambutan Gubernur DIY menyampaikan bahwa tanah memiliki peran penting di sektor pembangunan. Untuk itulah kepastian hukum atas tanah menjadi sangat penting. Sebagai langkah awal, masyarakat perlu menyadari mengenai kepastian hukum letak batas.
Dia menyebutkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah, salah satu hal yang paling penting adalah proses pengukuran tanah. “
Sebelumnya harus dipastikan tanda batas telah dipasang di setiap sudut bidang tanah agar tidak terjadi sengketa dan konflik,” ungkapnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
