fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Butuh Anggaran 10 Miliar, Pemkab Berencana Bangun Gedung Perpustakaan Anyar Berlantai 4

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari, (pidjar.com)–Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul berencana akan membangun gedung perpustakaan yang baru. Adapun gedung perpustakaan tersebut akan dibangun di bekas lokasi parkir pemadam kebakaran. Proses pembangunan sendiri baru akan dilakukan apabila kantor Unit Pemadam Kebakaran Gunungkidul sesuai rencana sudah dipindahkan di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari.

Untuk pembangunan perpustakaan ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengajukan anggaran sebesar Rp. 10 Miliar. Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kami sedang berusaha mengajukan anggaran kepada Badan Perencaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Bappenas nantinya akan melakukan verifikasi terkait dengan proposal yang diajukan,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul, Ali Ridlo kepada pidjar.com, Selasa (03/09/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, apabila Bappenas nantinya menyetujui, barulah proses pembangunan perpustakaan tersebut akan segera dilakukan. Adapun tahapan verifikasi yang dilakukan meliputi ketersediaan tanah, kesiapan bupati memberikan dukungan pemeliharaan, penerbitan IMB dan kestrategisan lokasi.

Berita Lainnya  Target Tahun 2021, Pilkades di Gunungkidul Akan Terapkan e-Voting

“Saat ini Pemkab Gunungkidul sudah siap memenuhi hal tersebut, jadi tidak ada masalah,” ujarnya.

Nantinya, jika dana tersebut turun, gedung perpustakaan akan dibuat empat lantai. Namun yang yang digunakan untuk aktivitas hanya tiga lantai, karena yang paling bawah digunakan sebagai basement.

“Jika nanti terwujud semisal masyarakat yang membaca bisa langsung belajar di tempat. Kami sebut sebagai transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” tandas Ali.

Terpisah, Sekda Gunungkidul, Drajad Ruswandono menyambut positif rencana tersebut. Ia mengatakan jika rencana tersebut terwujud dapat memfasilitasi anak-anak menggunakan internet.

“Tentu saja kami mengupayakan agar Internet yang diakses harus dipakai secara positif,” ujar Drajad beberapa waktu lalu.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler