Connect with us

Peristiwa

Merasa Seperti Seorang Kriminil Saat Hendak Beli BBM Bersubsidi, HNSI Mengadu ke Dewan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY menuntut pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan solusi dalam mencukupi kebutuhan BBM untuk keperluan melaut. Pasalnya, saat ini tidak ada SPBU di Gunungkidul yang berani menjual BBM kepada nelayan.

Sekretaris DPD HSNI, Gamal Asgar mengatakan, saat ini nelayan di DIY pada umumnya dan Gunungkidul pada khususnya merasa kesulitan mendapatkan BBM untuk keperluan melaut. Bahkan nelayan sendiri merasa seperti menjadi seorang kriminil karena selalu kucing-kucingan dengan aparat saat membeli BBM.

“Selama ini nelayan sudah meiliki izin untuk membeli BBM dalam jumlah banyak namun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sering menolak nelayan yang membeli BBM dengan jumlah banyak dengan menggunakan jerigen. Ya kami seperti kriminil, harus membeli BBM dengan sembunyi-sembunyi. Padahal kami memiliki surat rekomendasi, tetapi tetap saja tidak dilayani,” keluhnya ketika melakukan audensi dengan sejumlah pihak di gedung DPRD Gunungkidul, Selasa (08/10/2019).

Pihaknya menjadi bingung lantaran selama ini izin telah dikantongi dari kepala pelabuhan namun tidak ada SPBU yang berani memberikan BBM. Menurutnya, SPBU merasa ketakutan jika menjual BBM kepada nelayan.

Berita Lainnya  Berinteraksi Dengan Ternak Yang Positif Anthrax, Sejumlah Warga Grogol Discreening Dinas Kesehatan

“Kami sudah mematuhi hukum, surat menyurat kedinasan sudah kami lengkapi, surat-surat juga sudah kami lengkapi lalu salah kami dimana dan kami harus melakukan apa agar SPBU mau menjual kepada kami,” katanya.

Para nelayan sebenarnya mampu untuk membeli BBM non subsidi dengan jenis Pertalite atau Pertamax namun mesin kapal yang digunakan tidak bisa menggunakan kedua jenis BBM tersebut. Pasalnya, mesin kapal nelayan itu berjenis 2 tak dan harus menggunakan oli samping.

“Kalau kami menggunakan pertamax atau pertalit mesin kami yang tidak mampu akan berkerak dan mudah rusak. Nelayan mau tidak mau harus menggunakan jenis mesin 2 tak karena kareakteristik laut selatan memiliki ombak yang cukup besar jika menggunakan mesin kapal 4 tak kapal kalah kekuatannya dengan ombak,” terang dia.

Pihaknya memperhitungkan setiap bulan nelayan membutuhkan BBM subsidi berjenis solar 43 ton untuk kapal berukuran 5 GT-30 GT. Sedangkan BBM bersubsidi premium membutuhkan 180 ton untk nelayan yang menggunakan perahu motor tempel.

Berita Lainnya  Musim Liburan dan Hari Raya, 4 Jalur Tengkorak Ini Dapat Pantauan Khusus Dari Kepolisian

“Nelayan di Gunungkidul ada sekitar 2019 orang termasuk nelayan sampingan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan kelautan (DKP) Kabupaten Gunungkidul mengatakan, untuk memecahkan masalah nelayan harus dikumpulkan semua yang terlibat. Seperti pengusaha SPBU da  Pertamina harus duduk bersama untuk memecahkan solusi masalah ini.

“Karena wajar juga kalau SPBU ketakutan untuk melayani para nelayan. Dikarenakan kalau ada oknum yang menyalahgunakan maka SPBU dapat terjerat hukum,” katanya.

Krisna menambahkan, nantinya nelayan bisa menunjuk satu orang sebagai penyalur BBM sehingga SPBU menjadi tidak ketakutan dalam melayani nelayan. Meskipun saat ini para nelayan telah mendapatkan izin dari kepala pelabuhan.

“Mereka sudah mendapatkan izin dari kepala pelabuhan karena kita berpatokan undang-udang karena kita DKP tidak berani menabrak aturan, UU 23 kewenangan ada di provinsi,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan kesimpulan dari audiensi adalah nelayan harus bisa mendapatkan BBM bersubsidi. Nelayan mendapatkan surat rekomendasi untuk mengambil BBM bersubsidi ke SPBU.

Berita Lainnya  Kisruh Anggaran Pembangunan Saluran Air, Warga 2 Padukuhan Gelar Aksi di Balai Desa Serut

“Syarat mendapatkan rekomendasi adalah kapala pelabuhan menerbitka surat rekomendasi kepada nelayan yang surat-suratnya lengkap. HSNI juga harus menerbitkan surat yang isinya jumlah kebutuhan BBM besrsubsidi yang dibutuhkan nelayan,” ucapnya. 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler