Peristiwa
Dikandangkan di Ladang, 4 Kambing Milik Suradi Digotong Maling
Rongkop,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tindak kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Gunungkidul sangatlah meresahkan. Tak hanya kendaraan bermotor, barang elektronik atau benda-benda berharga lainnya yang menjadi target pencurian, hewan ternak pun juga tak luput dari incaran para penjahat. Selasa (08/10/2019) pagi tadi, komplotan pencuri ternak beraksi di Padukuhan Songwaluh, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop. Dalam aksinya, pencuri berhasil membawa kabur empat ekor kambing milik warga setempat. Akibat kejadian ini, korban merugi hingga jutaan rupiah.
Kanit Reskrim Polsek Rongkop, Aipda Priyo Nugroho menerangkan, peristiwa hilangnya hewan ternak tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Kala itu Suradi alias Supadi warga Songwaluh, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop berniat memberi makan hewan ternaknya. Sehari-harinya, ternak milik Suradi memang dikandangkan di ladang Wonobelik. Jarak kandang tersebut dengan rumah korban cukup jauh.
Saat korban mendekati kandang, Suradi mulai curiga setelah kambingnya yang berjumlah 4 ekor tak terlihat lagi di dalam kandang.
“Saat itu kandang sudah dalam kondisi kosong. Pemilik semula berusaha mencari di sekitar ladang itu, namun tidak membuahkan hasil,” jelas Aipda Priyo, Selasa sore saat dikonfirmasi.
Sadar jika kambingnya tidak ketemu dan diduga kuat dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab, Suradi kemudian melaporkan kejadian ini ke Kepala Dusun setempat. Adapun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
“Korban ndak lapor ke Polsek. Kami mendengar kejadian ini dan tetap melakukan pengecekan ke lokasi. Untuk jarak rumah dengan kandang sendiri sekitar 2 kilometer, di tengah ladang atau kalau orang sini istilahnya Baon,” tambah dia.
Dengan adanya kejadian pencurian hewan ternak ini, Priyo beserta jajaran Polsek Rongkop menghimbau warga agar lwbih waspada dan meningkatkan keamanan di sekitar lingkungan. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Kewaspadaan ini sangat penting mengingat di wilayahnya, mayoritas masyarakat memang mengandangkan ternaknya di ladang yang tentu jauh dari jangkauan pengawasan. Sejumlah jajaran pun sudah berusaha memberi pengertian dan himbauan agar ternak dikandangkan di sekitar rumah, dengan harapan mudah dipantau dan meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized6 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
