fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Program Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting Kembali Raih Penghargaan

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali mendapatkan penghargaan dan pengakuan atas inovasi yang tengah dikembangkan di masyarakat. Kali ini, penghargaan ini diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformadi Birokrasi. Inovasi dalam menekan pernikahan dini dan angka stunting di Gunungkidul mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.

Setelah masuk dan mendapatkan penghargaan di nominasi Top 99 inovasi daerah, kali ini program Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting (Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting) dari UPT Puskesmas Gedangsari II masuk dalam Top 45. Tentunya inovasi dalam memberikan pelayanan publik ini sangatlah membanggakan bagi Gunungkidul.

Paling tidak dari lingkup terkecil sendiri telah sadar dalam menekan angka stunting dan pernikahan dini yang terjadi di daerah. Tidak dipungkiri jika angka pernikahan dini di Gunungkidul masih sangatlah tinggi. pernikahan diusia  muda khususnya kurang dari 19 tahun, merupakan penyumpang stunting besar di bumi handayani.

Lahirnya inovasi bersumber dari inisiatif, pengetahuan, serta pengetahuan teknologi. Inovasi diciptakan untuk mempermudah urusan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup setiap individu, meningkatkan ekonomi warga bahkan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Berita Lainnya  Turiman Jale Mampu Berikan Keuntungan Puluhan Jutaan Rupiah Bagi Para Petani pada Panen Musim Kemarau

Bupati Gunungkidul, Badingah, mengatakan penguatan pelayanan publik menjadi salah satu kegiatan prioritas reformasi birokrasi,  kebijakan pembinaan inovasi pelayanan publik tidak berhenti pada memunculkan inovasi yang unggul. Inovasi yang lakukan inin ditransfer kepada unit atau institusi lainnya, sehingga dalam implementasinya dapat berkelanjutan.

“Bahwa mempertahankan inovasi, melanggengkan inovasi, serta kebermanfaatan inovasi agar berguna bagi kemaslahatan masyarakat, serta adaptif menjawab dinamika permasalahan yang ada, itulah tujuan utama inovasi,” ungkap Bupati, Kamis, (17/10/2019).

Ia mengapresiasi kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, juga Pemerintah Daerah Gunungkidul yang selalu bersinergi dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Diharapkan program dari kawasan utara ini lebih optimal dalam penerapannya, tak hanya di Gedangsari saja melainkan juga di kawasan lain. Sehingga daerah dapat lebih maju kembali.

Berita Lainnya  Rutin Diperiksa, Alat Ukur Milik Pelaku Usaha di Gunungkidul Diklaim Telah Sesuai

“Alhamdulillah semua ini dapat terwujud karena masyarakat Gunungkidul yang selalu kompak, semangat, guyub rukun, dan tentunya dukungan dan sinergi dari semua pihak,”ujar Badingah.

Lebih jauh dijelaskan bahwa, kompetisi inovasi ini sejalan dengan visi Indonesia Maju. Inovasi menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan pelayanan pemerintah yang diinginkan publik. Sejak 2013, Kementerian PANRB menggaungkan gerakan One Agency, One Innovation. Beliau menegaskan, paradigma melayani menjadi nilai dan budaya yang mendorong reformasi birokrasi, baik di pusat atau daerah.

“Permasalahan yang ada tentu kami upayakan pemecahan dan penanganan. Memang untuk Ayunda Si MEnik MAkan Sego Ceting ini menjadi salah satu terobosan unggulan kami,’ tambah dia.

Pemerintah daerah yang masuk dalam 45 inovasi ini, akan menerima Dana Intensif Daerah (DID). Dengan ketentuan pemberian DID harus memenuhi kriteria utama, yakni meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penetapan APBD tepat waktu, memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta menerapkan e-government.

 

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler