Sosial
Jeritan Hati Pedagang Pantai Sepanjang Yang Hendak Tergusur Masuknya Investor
Tanjungsari, (Pidjar.com)–Ketenangan para pedagang di kawasan Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari beberapa waktu terakhir ini terusik. Rencana masuknya investor PT Sekarmas Nusantara yang hendak membangun berbagai fasilitas pendukung pariwisata di Pantai Sepanjang dinilai akan mengusik bahkan menyingkirkan keberadaan mereka yang telah bertahun tahun mengais rezeki dari kawasan tersebut. Informasi hendak masuknya investor itu disampaikan Priyo Subiyo selaku perwakilan Pokdarwis Pantai Sepanjang belum lama ini.
“Belum lama ini Ketua Pokdarwis yakni Priyo Subiyo memberi informasi bahwa aka nada investor yang hendak masuk dan membangun di lahan tanah kas desa. Nah kami diminta siap-siap digusur manakala proses pembangunan itu sudah dimulai,” terang Wasilah, pedagang Pantai Sepanjang, Rabu 06/02/2020.
Tak pelak informasi yang disampaikan kepada pedagang di kawasan Pantai Sepanjang itu membuat resah mereka. Sebab selama ini masyarakat menggantungkan hidupnya dari mengais rezeki di pantai tersebut. Informasi akan dibangunnya Pantai Sepanjang itu sebenarnya sudah beberapa lama bergulir, namun kurang ditanggapi serius oleh para pedagang. Sebab dalam pengertian mereka, PT Sekarmas Nusantara yang hendak berinvestasi di kawasan tersebut berniat membangun sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang dapat menggenjot penghasilan mereka.
“Informasinya dahulu hendak membangun waterboom, taman bunga termasuk membangun jalan kesini. Janjinya tidak akan menjual dagangan yang sama dengan yang kami jual termasuk janji meningkatkan kesejahteraan warga sini tanpa ada gusur-gusuran. Namun kok nada-nadanya semua itu hanya bualan kosong saja,” tambah Suginem, pedagang lainnya.
Namun berdasarkan rencana revitalisasi Pantai Sepanjang yang disampaikan Ketua Pokdarwis, semua berbeda dengan awal rencana. Sebab PT Sekarmas Nusantara hendak membangun diatas lahan tanah kas desa berupa waterboom, taman bunga lengkap dengan restaurant, food court, hingga souvenir shoop yang kemungkinan besar dagangannya tak jauh beda dengan yang mereka jual selama ini.

“Dulu tidak akan menggusur kami, tapi kok tahu-tahu muncul istilah pembongkaran atau digusur. Mau digusur kemana kami ? Dan lagi ngapain mau membangun waterboom ? Wong disebelah utara sana jelas-jelas BUMDes Kemadang juga sudah membangun kolam renang. Maka sebelum ada keterangan yang jelas, kehadiran investor itu akan kami tolak. Sebab di sini ada dua ratusan pedagang yang menggantungkan hidupnya dari Pantai Sepanjang,” tegas pedagang lainnya.
Priyo Subiyo, Ketua Pokdarwis Pantai Sepanjang menyatakan bahwa informasi masuknya investor itu sifatnya masih simpang siur. Sebab selama ini Pokdarwis belum pernah diajak berembuk ataupun sosialisasi oleh pihak investor.
“Tahu-tahu beberapa waktu lalu ada undangan dari Dinas Pariwisata di mana di sana disodorkan DED (Detail Enginering Design) dari pihak investor yang akan membangun di lahan tanah kas desa yang ada di Pantai Sepanjang. Aslinya pokdarwis belum tahu apa-apa terkait hal ini sebab semuanya masih wacana,” kata Priyo Subiyo.
Sementara itu diungkapkan H Sutono, Kades Kemadang menyatakan awal mula persoalan ini adalah wacana masuknya PT Sekarmas Nusantara yang hendak berinvestasi di Pantai Sepanjang. Proposal yang disampaikan investor itu kemudian dipelajari dan dibahas Pemerintah Desa Kemadang dengan kalangan Badan Permusyawaratan desa.
“Proposal yang disampaikan investor itu juga belum lengkap, tahapannya mau bagaimana kita juga belum tahu, sewa menyewa tanah kas desa juga belum tawar menawar bahkan sosialisasi saja belum. Tapi tahu-tahu sekitar 2 minggu yang lalu ada undangan dari Dinas Pariwisata untuk membahas hal ini. Yang hadir kesana Pak Sekdes bersama Pokdarwis,” kata H Sutono.
Dalam proposal yang disampaikan, pihak investor hendak menyewa tanah kas desa seluas 5 hektar di kawasan Pantai Sepanjang. Namun lantaran luasan lahan yang hendak disewa tidak mencapai luasan segitu.
“Tahapannya saja baru kulonuwun thok itu pihak investor dan belum ada lanjutannya. Jadi yang hendak disewakan itu rencananya tanah kas desa, sementara pedagang itu mayoritas menempati tanah Sultan Ground, tidak ada kaitannya itu,” pungkas H Sutono.
-
Pemerintahan1 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized1 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa1 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa1 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized1 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
