Pariwisata
STIPRAM Yogyakarta Terima Kunjungan Mahasiswa Asing Program ‘New Colombo Plan dari Australia
Jogja, (pidjar.com) — Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta menerima kunjungan mahasiswa program beasiswa New Colombo Plan dari Australia. Delegasi University Australia James Cook, perwakilan Universitas Trisakti dan hotel di Melaka Malaysia juga turut hadir dalam acara tersebut. Selama lima hari, mahasiswa lintas disiplin tersebut belajar tentang kepariwisataan berbasis budaya di Jogja.
Ketua STIPRAM Yogyakarta, Suhendroyono mengatakan, Jogja sebagai salah satu tempat belajar karena punya banyak hal menarik untuk dikunjungi, dilihat dan dipelajari. Karenanya, ia menyambut baik kolaborasi dengan insan pariwisata internasional yang diharapkan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.
“Kami siap mentransfer keilmuan, pengalaman pada semua partisipan program New Colombo Plan ini. Mereka akan belajar banyak hal di Jogja, tentang wayang kulit, Kraton Yogyakarta, Prambanan, Borobudur bahkan desa Nglanggeran,” katanya dalam Gala Dinner di kampus setempat, Minggu (1/9/2024) malam.
Sementara Ketua LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof Setyabudi Indartono, menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah STIPRAM Yogyakarta yang secara luas berjejaring dengan dunia luar sehingga mengetahui update kepariwisataan global.

“Ini salah satu tuntutan globalisasi perguruan tinggi, kita harus siapkan memahami profesionalnya sampai lingkup global apalagi pariwisata. Kita mengetahui update di dunia seperti apa, dengan jejaring internasional seperti ini,” jelasnya.
Menurut Setyabudi, potensi kepariwisataan Indonesia khususnya Jogja begitu besar. Karenanya banyak yang harus dilakukan untuk menjaring wisatawan khususnya mancanegara agar datang dan menghabiskan waktu serta sumber daya di Jogja.
“Misalnya negara India, 1 persen dari 2 miliar penduduknya kaya, sebagai turis tak menghitung uangnya berapa. Belum China, Australia juga. Kita tingkatkan agar mereka jadi loyal konsumen. Apa yang dilakukan STIPRAM adalah hal baik, sesungguhnya kualitas kita dibanding dengan luar negeri seperti apa, kita bisa tahu dengan jejaring ini. Kita bisa lakukan positioning, branding dan peningkatan kualitas. Apalagi Jogja Kota Pariwisata, kita harus kuatkan kolaborasi wisata, pendidikan dan budaya,” pungkasnya.(Ken).
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized14 jam yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized5 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized7 hari yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized3 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan3 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
