Sosial
Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat, Jurus Jitu Nglanggeran Tekan Pengangguran
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata mandiri inspriratif. Bahkan, desa yang berada di Kapanewon ini merupakan salah satu desa wisata terbaik di Indonesia. Hal ini telah diakui secara nasional melihat kinerja pengembangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan berkelanjutan adalah satu indikatornya. Sejak beberapa tahun silam, desa wisata Nglanggeran memang terus berkembang ke arah yang lebih maju. Melalui pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan pariwisata, saat ini, jumlah pengangguran di Kalurahan Nglanggeran berhasil ditekan.
Plt Lurah Nglanggeran, Rusmiyati mengatakan, selama ini konsep yang diterapkan dalam pengembangan desa wisata Nglanggeran adalah pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Adanya potensi alam yang sungguh luar biasa ini mendorong masyarakat untuk sadar akan pentingnya kegiatan kepariwisataan.
Dengan majunya pariwisata di wilayah ini menjadikan pengangguran di Nglanggeran perlahan mulai menurun. Masyarakat terlibat aktif dalam aktifitas pariwisata. Merekapun memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan perekonomian mereka.
“Selama ini masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelayanan untuk wisatawan yang life in di rumah warga, serta pemberdayaan di kelompok-kelompok tertentu,” ucap Rusmiyati, Selasa (19/10/2021).
Ia menjelaskan, kelompok pemberdayaan perempuan dan warga di Nglanggeran sangat beragam. Mulai dari peternakan, kelompok pertanian yang memberikan ruang kepada wisatawan, kelompok kerajinan dan beragam lainnya.
“Produk-produk yang dihasilkan nantinya menjadi barang konsumsi dan oleh-oleh untuk wisatawan,” kata dia.
Dampak positif berkembang pesatnya pariwisata memang benar dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sejak tahun 2007 silam, masyarakat mulai dan terus berbenah untuk menyambut kegiatan pariwisata.
“Berbagai penghargaan yang didapat ini tidak kemudian membuat puas. Masyarakat dengan gigih terus belajar tentang inovasi, ya seperti masa PPKM ini pada nilai negatif dan positifnya. Tidak ada aktifitas pariwisata, tapi mendorong warga kami untuk kreatif,” jelas Rusmiyati.
Ia mencontohkan, karena tidak adanya aktifitas wisata maka para warga ini belajar tentang pemasaran berbasis online agar mendapatkan pendapatan. Dengan begitu pengetahuan mereka tentang teknologi semakin luas.
Di samping itu, eksperimen produk anyar juga terus dilakukan. Saat wisata benar dibuka, maka persiapannya sudah matang dan ada banyak sekali pilihan. Termasuk kesiapan di tempat wisatanya sendiri.
Disinggung mengenai Pendapatan Asli Desa dari sektor pariwisata, ia mengungkapkan seriring dengan semakin majunya Nglanggeran, PADes yang didapat juga semakin meningkat. Untuk bagi hasil retribusi wisata dengan Pemkab, Pemkal Nglanggeran bisa meraup 108 juta per tahun dalam kondisi normal. Kemudian sejak dikelola oleh BUMKal, pendapatan yang masuk ke desa bisa sampai 25 juta.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
