Pariwisata
Kembangkan Pariwisata Terkonsep Untuk Ciptakan Nglanggeran-Nglanggeran Anyar
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kesuksesan pengembangan Desa Wisata Nglanggeran yang berada di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul sudah tidak diragukan lagi. Bagaimana tidak, desa wisata yang mengusung konsep pemberdayaan masyarakat lokal serta digitalisasi sesuai dengan perkembangan zaman ini bahkan telah diakui secara nasional maupun internasional akan prestasinya. Belum lama ini bahkan desa wisata Nglanggeran dikukuhkan oleh UNWTO sebagai Desa Wisata Terbaik di Dunia. Desa wisata ini juga seakan menjadi kebangkitan perekonomian bagi sebagian warga Kalurahan Nglanggeran.
Capaian Desa Wisata Nglanggeran baik secara sosial, penghargaan maupun dampak perekonomian yang positif ini diharapkan bisa memacu desa wisata lainnya untuk terus berkembang dan maju. Desa Wisata Nglanggeran sendiri menjadi bukti khusus perihal potensi desa wisata jika dikembangkan secara benar. Sehingga bukan tidak mungkin ke depan, akan lahir Nglanggeran-Nglanggeran lainnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengungkapkan, selama ini pengelola Desa Wisata Nglanggeran menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat dan digitalisasi. Konsep tersebut nyatanya sukses membawa Nglanggeran tumbuh dan maju. Bukti perkembangan desa wisata ini adalah berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional yang telah dikantongi. Selain itu, masyarakatnya juga dapat merasakan dampak positif yang luar biasa. Masyarakat lokal lebih terbuka dengan dunia pariwisata, meningkatkan pendapatan mereka dan lainnya.
“Konsep pemberdayaan masyarakat dan digitalisasi ini sangat sesuai diterapkan. Untuk Nglanggeran sendiri berkaitan dengan digitalisasi, mereka telah menerapkan reservasi secara online dan ini sudah berjalan dengan baik,” kata Harry Sukmono, Kamis (23/12/2021).
Reservasi online yang dimaksud adalah untuk mengendalikan jumlah pengunjung yang masuk ke Desa Wisata Nglanggeran dan sebagai media untuk mempromosikan desa wisata tersebut. Tim dari pengelola di setiap bidang juga dibekali dengan pengetahuan sesuai dengan tupoksi mereka.
Dengan kado istimewa yang diraih oleh Desa Wisata Nglanggeran diharapkan dapat ditiru oleh desa wisata lainnya. Sehingga kemudian terlahir Nglanggeran-Nglanggeran lainnya dengan kesuksesan yang ada. Di Gunungkidul sendiri terdapat 18 Desa Wisata yang sudah diakui, serta ada 14 Desa Wisata yang saat ini masih berstatus rintisan. Dengan pariwisata yang lebih terkonsep melalui desa wisata ini, maka kemudian akan manambah khasanah pariwisata di Gunungkidul. Dalam hal ini yang paling penting adalah peningkatan length of stay para wisatawan di bumi handayani yang saat ini capaiannya masih tergolong rendah.
“Kami sangat berharap apa yang menjadi kesuksesan ini dapat diadopsi oleh desa wisata lainnya. Dari pemerintah sendiri juga memberikan pelatihan serta pendampingan bagi pengelola desa wisata,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Bina Usaha Emmy Noor Aini mengungkapkan, bahwa pelatihan yang diberikan meliputi, pelatihan digitalisasi pemasaran, pelatihan geowisaram pelatihan pengelolaan desa wisata, pelatihan pengelolaan homestay, pelatihan keamanan dan keselamatan, tata kelola bisnis dan pemasaran serta lainnya.
“Kalau untuk pelatihan ini kami adakan untuk 40 orang. Sebagai bentuk promosi untuk mengenalkan desa wisata kita juga mengajak sejumlah kalangan , belum lama ini di Deswita Tepus dan Katongan dengan daya tarik yang berbeda,” ucap dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
