fbpx
Connect with us

Pendidikan

Abai Terapkan Protokol Kesehatan, SMP N 3 Semanu Disemprit Dinas

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Sejak beberapa waktu terakhir ini, para pelajar di Gunungkidul telah mulai menempuh skema pembelajaran tatap muka. Seluruh sekolah di Gunungkidul sendiri telah diberikan izin untuk menggelar pembelajaran tatap muka. Namun begitu, pihak sekolah berkewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan ketat dalam kegiatan belajar tatap muka ini.

Belum lama ini, beredar video berkaitan dengan situasi kegiatan belajar mengajar di SMP N 3 Semanu yang dianggap abai dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Pengukuran suhu hingga pemakaian masker terkesan diabaikan dalam proses belajar mengajar di lingkungan sekolah ini. Sejumlah wali murid sendiri telah mengelukan hal tersebut lantaran khawatir anaknya tertular virus corona.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Tijan membenarkan perihal ada dugaan pengabaian protokol kesehatan di lingkungan SMP N 3 Semanu. Menurut Tijan, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada kepala sekolah. Pihak sekolah telah mengakui kesalahan dan berjanji untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

“Sudah kita berikan teguran kepada pihak sekolah dan mereka berjanji untuk melakukan perbaikan,” papar Tijan, Jumat (19/11/2021).

Disinggung mengenai sanksi yang diberikan jika ada sekolah yang abai dengan protokol kesehatan, Disdikpora Gunungkidul saat ini masih sebatas memberikan pembinaan. Diharapkan, dengan skema teguran saja, maka sekolah akan memperbaiki kesalahannya. Ia berharap kejadian semacam ini tidak terulang kembali dan tidak terjadi di sekolah-sekolah lainnya.

“Ya sementara kita dilakukan pembinaan dulu,” jelasnya.

Penerapan protokol kesehatan memang menjadi hal yang mutlak bagi sekolah. Bahkan, sebelum memperoleh izin untuk diterapkannya pembelajaran tatap muka, tentunya ada komitmen dari pihak sekolah dalam penerapan proses serta kelengkapan sarana prasarana yang sekiranya menunjang skema pembelajaran di tengah pandemi yang masih terjadi ini.

Ia mengungkapkan prokes dalam PTM ini wajib diterapkan guna mengantisipasi terjadinya penularan virus covid19. Adapun pemantauan dan koordinasi sendiri juga terus dilakukan oleh dinas dengan pihak sekolah. Evaluasi sendiri juga terus dilakukan oleh pemerintah.

“Tentu jika ada akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan , pemantauan terus dilakukan pun demikian dengan evaluasi serta koordinasi rutin untuk memantau bagaimana penyelenggaraan PTM di tengah pandemic covid19 di Gunungkidul. Sejauh ini, di Kabupaten Gunungkidul baru ada 2 sekolah yang sempat ditutup sementara PTMnya karena ada siswa yang terpapar covid19.

“Dulu di Panggang itu, tapi sudah kembali normal kok untuk kegiatannya,” ujar Ali.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih berharap dan mendorong pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan atas penularan dan penyebaran virus ini.

Dirinya memaparkan, pihak sekolah tidak boleh lengah dan abai dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Sebab bukan tidak mungkin jika ada yang lengah, bisa saja menjadi sarana penularan virus ini. Ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan tracing secara acak baik di sekolah maupun lainnya.

“Test acak ini paling tidak segera dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi riil di lapangan,” ujar Endah.

Endah meminta tracing tersebut segera dilakukan karena kabupaten/kota lain di DIY sudah melaksanakan. Tracing merupakan tindakan preventif yang bisa dilakukan sebelum adanya gelombang ketiga, terlebih mendekati natal dan tahun baru.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler