Pendidikan
Permendikbud 82 Belum Diterapkan di Gunungkidul, Tak Ada Sekolah Yang Bentuk Tim Pencegahan Kekerasan Seksual
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kekerasan seksual di lingkungan satuan pendidikan menjadi penting untuk diperangi karena dapat menimbulkan trauma berkepanjangan bagi korban dan dapat berdampak fatal bagi korban. Remaja menjadi kelompok paling rentan terhadap kekerasan seksual karena masih dalam proses pencarian jati diri. Dalam fase inilah kalangan ini berpotensi terjerumus dan mengalami kekerasan seksual. Untuk mencegah kekerasan seksual di lingkungan satuan pendidikan, diperlukannya kanal khusus untuk pencegahan kekerasan seksual dan terbentuknya budaya lapor di lingkungan sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Permendikbud nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Salah satu isinya yaitu mewajibkan sekolah membentuk tim pencegahan tindak kekerasan seksual yang terdiri dari unsur kepala sekolah, perwakilan guru, perwakilan siswa, dan perwakilan orangtua/wali.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Kisworo, mengungkapkan, di Gunungkidul sendiri belum terdapat tim maupun satuan tugas yang spesifik untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Selama ini, pencegahan kekerasan seksual dilakukan dengan cara sosialisi yang melibatkan instansi saat masa orientasi siswa dilaksanakan.
“Salah satu materinya kesehatan reproduksi, jadi memberikan pemahaman juga kepada siswa,” ucapnya saat ditemui.
Selain itu, pihaknya lebih mengoptimalkan peran guru Bimbingan Penyuluh (BP) untuk memberikan pemahaman dan pengawasan terhadap dinamika kebiasaan siswa di lingkungan sekolah. Sarana dan prasarana seperti ruangan di sekolah juga disesuaikan agar mudah untuk dipantau oleh masing-masing warga sekolah.
“Di dalam kurikulum juga dimasukkan mengenai kesehatan reproduksi, memberikan pemahaman perilaku seks sehat kepada siswa,” sambung Kisworo.
Menurutnya, pembentukan tim khusus untuk pencegahan kekerasan seksual di lingkungan yang sekolah merupakan hal yang penting. Namun pihaknya belum memiliki rencana kapan akan membentuk tim tersebut. Ia juga mendorong agar semua sekolah di Gunungkidul menerapkan konsep sekolah ramah anak yang harapannya dapat mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
“Belum ada wacana untuk membentuk tim itu, nanti mungkin kalau urgent akan segera dibentuk, ungkapnya.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Gunungkidul, Dwi Agus Muhdiharto, menyampaikan jika di lingkungan satuan pendidikan SMA dan SMK di Gunungkidul juga belum terbentuk tim yang spesifik untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di sekolah. Selama ini jika ada permasalahan, termasuk kekerasan seksual, diserahkan ke pihak tiap sekolah sebagai kanal pelaporan.
“Untuk pencegahan secara khusus belum ada, tapi sosialisasi yang materinya pencegahan kekerasan seksual kemarin bulan September dilaksanakan. Untuk di sekolah diserahkan ke semua pihak sekolah, tidak hanya guru BP dan BK karena bisa jadi di sekolah masih kurang. Sehingga pencegahan di serahkan kepada sekolah sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah,” beber Dwi Agus.
-
Uncategorized19 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial2 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
