fbpx
Connect with us

Sosial

Ajak Sudahi Kontroversi Vaksin, Abduh Tuasikal: Untuk Kesehatan, Jangan Sampai Nyawa Jadi Taruhan

Published

on

Panggang,(pidjar.com)–Salah satu kunci keberhasilan program vaksin di Gunungkidul adalah keterlibatan seluruh pihak, termasuk dalam hal ini tokoh agama. Selama ini, kontroversi berkaitan dengan pentingnya program vaksinasi covid19 berhasil dikikis dengan keterlibatan para tokoh tersebut. Program vaksinasi sendiri terus digencarkan oleh pemerintah dengan menjangkau sejumlah tempat. Seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Darush Solikhin yang terletak di Padukuhan Warak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang. Pengurus pondok yang bekerja sama dengan pemerintah menggelar program vaksinasi massal untuk para jamaahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darush Solikhin, Ustad Muhammad Abduh Tuasikal mengungkapkan, vaksinasi yang diadakan di pondok pesantren miliknya ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Kokam Gunungkidul. Tujuannya agar Gunungkidul segera menjapai herd immunity sehingga kegiatan masyarakat, pariwisata, sekolah, dan lainnya bisa segera kembali normal.

“Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap pemerintah agar capaian vaksinasi terus meningkat,” ucap Abduh Tuasikal, Jumat (24/09/2021).

Program vaksinasi di Ponpes Darush Solikhin ini mendapatkan antusiasme warga yang cukup besar. Sebanyak lebih dari 500 peserta mengikuti program ini. Mereka merupakan warga masyarakat sekitar, warga Panggang, Bantul, bahkan hingga Sleman.

Berkaitan dengan masih banyaknya berbagai presepsi masyarakat yang kemudian membuat mereka masih enggan atau ragu untuk vaksin covid19, Abduh mengatakan jika dirinya berharap masyarakat menyikapi hal tersebut dengan bijak. Lebih baik mengikuti arahan dari pemerintah demi kesehatan umat. Selain itu juga, program vaksinasi covid19 ini juga bertujuan untuk membentuk herd immunity.

“Berbagai presepsi terkait dengan vaksin memang masih ada. Yang terpenting sekarang ini adalah nyawa. Pusat saja memperbolehkan kok. Jangan sampai karena pemahaman yang berbeda, tapi kesehatan taruhannya,” terang Abduh Tuasikal.

Setelah dosis pertama, selang beberapa pekan mendatang juga akan dilakukan kembali vaksin dosis kedua. Pihaknya akan terus berupaya agar seluruh jamaah dapat tervaksin sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Ya agar semua segera pulih, kajian di sini juga mudah-mudahan segera berjalan lagi. Sebab selama ini masih daring, kemudian aktifitas masyarakat juga pulih, sini kan termasuk jalur pariwisata,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Kokam Gunungkidul HM Yoganda Tyasmoko memaparkan, kegiatan vaksinasi massal ini bekerjasama dengan Ponpes Darush Solikhin, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dan juga Badan Intelijen Negara (BIN). Adapun untuk Kokam sendiri juga mendorong para anggotanya untuk segera vaksinasi.

“Untuk anggota kami sudah terfasilitasi vaksin. Jika pun ada yang belum diikutkan di sini,” ucap Yoganda.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menambahkan, program vaksin terus dilakukan di Faskes serta tempat-tempat lain bekerjasama dengan sejumlah pihak. Adapun target Gunungkidul sebanyak 542.226 penduduk Gunungkidul Gunungkidul tervaksin.

Data yang ada, sudah lebih dari 71 persen penduduk mengikuti vaksin dosis pertama, sedangkan dosis kedua sebanyak lebih dari 24 persen. Kasus terkonfirmasi positif covid19 sendiri di Gunungkidul masih terus ada, namun demikian jumlah penambahan per harinya sedikit berkisar 5 sampai belasan orang saja.

“Kerjasama dengan sejumlah terus dilakukan. Kalau untuk KIPI sejauh ini tidak ada laporan yang mengkhawatirkan,” jelas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler