fbpx
Connect with us

Hukum

Aksi Penganiayaan Oleh Oknum Brimob Berakhir Damai?

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Yudhistira Jordan Setiaji (20) warga Padukuhan Kranon, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari menjadi korban penganiayaan oleh oknum Brimob pada Senin (05/05/2021) malam. Kasus penganiayaan yang dialami oleh pemuda tersebut bahkan sempat dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan terkait dengan kasus pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brimob tersebut akan dilakulan proses mediasi dalam penyelesaian permasalahannya. Sehingga tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

“Saya sudah ke Paminal, perkara tersebut akan di selesaikan melalui mediasi,” kata Iptu Suryanto, Rabu (07/04/2021).

Kemudian pelaku pemukulan yang merupakan anggota itu, saat ini ditindaklanjuti oleh dari Satuan Brimob. Perkembangan kasus tersebut berada di ranah satuan sehingga pihaknya tidak bisa berkomentar lebih dalam kembali.

Sementara itu Jordan ketika dikonfirmasi membenarkan akan adanya mediasi. Ia menjelaskan bahwa proses mediasi akan dilakukan pada Kamis (08/04/2021) besok.

“Kalo rencananya besok kamis baru akan dilakukan mediasi,” tulis Jordan ketika dihubungi pidjar.com.

Diperoleh informasi, pasca perkelahian tersebut, F bersama perwakilan keluarga telah mendatangi rumah Jordan. Kedatangan mereka tak lain untuk mengucapkan maaf serta meminta permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Senin malam sekitar jam 23.00 WIB ia bersama 4 rekannya tengah nongkrong di pinggir jalan Agus Salim. Tiba-tiba Ada 2 kendaraan yang melintas dari arah barat. Bahkan para pemotor bmelaju lumayan kencang dan ada satu pembonceng yang berteriak-teriak.

Lantaran hal tersebut, ia bersama teman-temannya berusaha mengejar 4 orang pemuda itu. Sampai di sebuah toko yang berada di Jalan Agus Salim para pemuda tersebut berhenti. Jordan kemudian menghampiri, dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Namun ia justru mendapat perlakukan tidak pantas yaitu didorong dan kemudian mendapatlan beberapa kali pukulan. Saat melakukan pemukulan tersebut, pelaku juga berulang kali mengatakan bahwa dirinya adalah anggota Brimob. Jordan mendapatkan 5 kali pukulan yang mengakibatkan belakang kepalanya harus dijahit.

“Hanya 1 yang menghajar saya dia sambil bilang kalau anggota brimob. Terus temen-temennya justru menghalang-halangi temen saya yang mau membantu saya,” ucap Jordan.

Pelaku penganiayaan, F yang merupakan warga semanu mengakui bahwa pemukulan memang ia lakukan. Ia menjelaskan saat itu ia bersama teman-temannya sedang bercanda dan tidak bermaksud meneriaki waega. Kemudian ia justru dikejar oleh para pemuda setempat.

“Saya dihalang-halangi, turun dari motor mau ngajak omongan baik-baik tapi waktu itu justru ditendang, merangkul dan dipukul,” jelas F.

Setelah itu baru terjadi baku hantam antara keduanya. Langkah yang ia tempuh saat ini ingin bertanggungbjawab dengan meminta maaf kepada keluarga. Sehingga kasus ini selesai secara kekeluargaan.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler