Pemerintahan
Anggaran JPS Habis, Kuota Bantuan Sembako Dinsos Tak Akan Sampai Akhir Tahun
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pada penanganan covid19 tahun 2021 pemerintah mengganggarkan dana puluhan miliar rupiah untuk bidang Kesehatan dan Jaring Pengaman Sosial. Dana 57 miliar tersebut disiapkan untuk dua bidang tersebut. Adapun alokasi dana terbesar yaitu di bidang Kesehatan yang mencapai 54 miliar lebih. Sementara untuk jaring pengaman sosial sebanyak 2,25 miliar rupiah.
Data yang berhasil dihimpun dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, 54 miliar tersebut digunakan untuk keperluan kesehatan. Mulai dari penanganan di RSUD Wonosari, RSUD Saptosari, BPBD, pemberian insentif ASN dan tenaga kesehatan serta mendukung program vaksinasi covid19.
Sementara untuk jaring pengaman sosial diplotkan 2,25 miliar rupiah yang digunakan untuk pemberian bantuan tunai serta pemberian sembako bagi pasien yang tengah menjalankan isolasi mandiri. Yang cukup mengkhawatirkan, saat ini anggaran untuk jaring pengaman sosial bagi masyarakat telah habis.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo mengatakan, anggaran BTT yang dimiliki saat ini memang sudah habis. Adapun dana 2 miliar lebih tersebut telah digunakan untuk pengadaan 1.000 paket sembako yang dibagikan pada tahap awal senilai 200 juta rupiah. Kemudian awal tahun juga disalurkan bantuan uang tunai senilai 600 ribu untuk keluarga dengan kategori tertentu.
“Bantuan tunai 600 ribu ini rinciannya 200 ribu dikalikan 3 bulan. Diberikan sudah beberapa bulan lalu kepada 1.920an rumah tangga,” kata Hadi Hendro.

Sisa anggaran yang dimiliki kemudian digunakan untuk pengadaan paket sembako tahap 2. Sebab mendekati Juli 2021 kemarin, stok sembako pengadaan awal sudah habis, sementara permintaan dari kalurahan cukup banyak. Saat itu anggaran sebesar 209 juta turun dan kembali digunakan untuk pengadaan 1000 paket sembako.
“Sampai dengan sekarang sudah sekitar 400 paket yang tersalurkan. Permintaan sendiri masih selalu ada,” paparnya.
Dipaparkannya, kemungkinan sisa paket sembako ini tidak akan mencukupi sampai akhir tahun. Mengingat saat ini, pasien isoman terus meningkat dan permintaan kalurahan juga membludak. Dengan habisnya anggaran yang dikelola ini, tidak menutup kemungkinan Dinas Sosial akan mengajukan tambahan ke pemerintah.
“Sepertinya bisa (tambahan),” ujar dia.
Pada situasi seperti ini, pemerintah memang menggelontor sejumlah bantuan untuk mereka yang membutuhkan dan terdampak. Mulai kemaring 95 ribu lebih keluarga penerima BST dan PKH mendapatkan tambahan bantuan 10 kg beras dari Bulog.
Informasi yang diperoleh pula, program Bantuan Sosial Tunai (BST) juga akan diperpanjang oleh pemerintah. Saat ini juga tengah disalurkan pula bantuan sembako (BPNT) untuk puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gunungkidul. Berbarengan pula dengan masih tersalurnya BPUM untuk pelaku usaha di bank-bank penyalur. Percepatan pencairan bantuan ini mulai dilakukan oleh pemerintah.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan jika sejumlah bantuan dari pemerintah sudah mulai cair. Menurutnya bantuan yang dibwrikan ini sebagai bentuk kompensasi untuk masyarakat agar membatasi kegiatan mereka, juga sebagai bentuk upaya pemerintah membantu pemenuhan kebutuhan.
“Kami lakukan koordinasi agar bantuan-bantuan yang ada segera saja penyalurannya. Agar dapat dimanfaatlan oleh masyarakat saat masa PPKM Darurat ini,” jelas Sunaryanta.
Diharapkan masyarakat selama PPKM darurat ini mengindahkan instruksi pemerintah, membatasi mobilitas, dan lebih baik di rumah saja jika tidak ada keperluan mendesak. Sehingga penularan lebih bisa ditekan dan masyarakat bisa tenang.
“Monitoring tetap kami lakukan apa pun itu. Kemarin kita cek simbolis penyaluran bantuan beras dari Bulog, kualitasnya juga kita cek,” tutupnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
