Sosial
Angka Pernikahan Dini di Gunungkidul Terbanyak di DIY, Ini Berbagai Macam Bahayanya
Paliyan, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Permasalahan sosial yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul memang cukup banyak. Selain dihadapkan dengan angka perceraian tinggi, di Gunungkidul, angka pernikahan dini juga cukup tinggi. Bahkan, angka pernikahan dini ini jika dibandingkan dengan kabupaten/kota di DIY lainnya, Kabupaten Gunungkidul menduduki peringkat tertinggi. Jika ditelusur dampaknya, pernikahan dini sebenarnya akan berujung kepada banyak permasalahan di kemudian hari. Selain kesehatan, adanya pernikahan dini memicu permasalahan sosial semacam perekonomian hingga perceraian mengingat memang secara psikologis para remaja ini memang belum siap.
Data dari Pengadilan Agama dan Kantor Kemenag Kabupaten Gunungkidul, puluhan remaja setiap tahun tercatat mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama. Pemohon dispensasi pernikahan anak pada tahun 2015 sebanyak 109 berkas. Sempat turun menjadi 85 permohonan pada tahun 2016, dan tahun selanjutnya pada 2017 dengan 67 dispensasi. Pada tahun 2018, angka pernikahan dini kembali naik menjadi 79 kasus. Pada separuh jalan pada tahun 2019 ini, ada 18 pasangan remaja yang mengajukan dispensasi nikah. Diketahui ada tiga faktor yang menyebabkan seorang remaja memilih untuk menikah di usia dini yakni pergaulan bebas yang menyebabkan kehamilan di luar nikah, agama dan faktor ekonomi.
Dihadapan masyarakat dan muda-mudi di Kecamatan Paliyan, dalam acara sarasehan mengenai bahaya pernikahan dini dan solusinya pada Sabtu (06/07/2019) kemarin, praktisi kesehatan dr. Aprilia Dwi Iriani membeberkan mengenai sejumlah bahaya yang mengancam para pelaku pernikahan dini. Ia menyebut pernikahan dini sangat beresiko secara kesehatan bagi wanita dan calon bayi jika mengandung.
“Terlebih untuk perempuan yang usianya di bawah 18 tahun ibarat kata rumah untuk calon bayinya belum terbentuk sempurna,” ujar Aprilia.
Dengan rahim yang belum siap, apabila kemudian dipaksa hamil maka ada banyak resiko yang akan terjadi. Resiko itu antara lain adalah anemia dan hipertensi.

“Biasanya wanita yang usia selnya belum matang untuk hamil akan mengalami kekurangan sel darah merah dan beresiko pendarahan,” tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, akibat usia sel yang belum matang, hipetensipun bisa menyerang calon ibu yang masih di bawah umur. Bahaya dari hipertensi saat hamil sendiri bisa dikatakan cukup fatal lantaran bisa memicu kematian.
“Untuk itu usia yang cukup untuk menikah untuk laki-laki matang emosionalnya usia 25 tahun untuk perempuan badan dikatakan siap pada usia 20 tahun,” jelasnya.
Untuk mencegah pernikahan dini sebetulnya banyak sekali solusinya. Salah satunya menurut pengusaha muda asal Cilacap, Damar Bayu Kencana, mengajak kaum milinial untuk mulai mempersiapkan masa depannya.
“Masa muda itu masa emas, masa di mana kesempatan terbuka sangat lebar untuk menggapai karir,” kata dia
Menurutnya jika para muda-mudi memiliki wawasan luas alasan pernikahan yang disebabkan oleh tiga faktor tersebut tidak mungkin akan terjadi. Sehingga seharusnya orang tua juga harus mendukung dan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya untuk tidak terburu-buru menikah.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
