Peristiwa
Tiga Kali Dalam Seminggu, Samikem Jadi Korban Gantung Diri Ketiga di Awal Tahun 2019
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hari-hari di tahun 2019 ini diwarnai dengan serentetan aksi gantung diri yang tejadi di Gunungkidul. Belum sampai 1 minggu, tercatat sudah tiga kali terjadi gantung diri. Setelah di Kecamatan Panggang dan Ngawen, kali ini aksi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Semin. Seorang nenek yang telah usia lanjut ditemukan tewas tergantung di belakang rumahnya, Minggu (06/01/2019) pagi tadi.
Kanit Reskrim Polsek Semin, Ipda Mahmed Ali Bahonar mengatakan, aksi bunuh diri dilakukan oleh salah seorang warganya atas nama Samikem (90) yang merupakan warga Padukuhan Pucung RT 03 RW 06, Desa Candirejo, Kecamatan Semin. Peristiwa mengejutkan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB.
“Korban ditemukan oleh Parno (66) yang juga merupakan anggota keluarga pelaku,” kata Mahmed, Minggu siang.
Mahmed mengatakan, awal mula ditemukannya Samikem sendiri bermula ketika Parno pulang dari sawah usai mengantar istrinya. Saat itu, Parno berniat untuk menyuruh Samikem mandi. Sesampainya di sana, Parno terheran-heran lantaran mendapati rumah dalam keadaan sepi. Tidak ditemukan keberadaan Samikem.
“Kemudian Parno mencari Samikem ke dalam rumah, sempat dipanggil-panggil tapi tak ada jawaban,” kata Mahmed.

Merasa ada yang aneh, Parno kemudian meneruskan pencarian hingga ke belakang rumah. Tak berselang lama, ia melihat Samikem sudah dalam posisi tergantung. Ketika itu, Samikem sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Saksi kaget kan, terus dia berteriak meminta pertolongan warga. Warga yang mendengar kabar itu kemudian berkerumun dan akhirnya kabar tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian,” terang dia.
Mahmed menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim medis serta petugas kepolisian tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Samikem. Dugaan awal berdasarkan analisa kepolisian, pelaku memang sengaja melakukan bunuh diri.
“Dari hasil pemeriksaan medis memang mengarah kepada ciri-ciri bunuh diri,” ungkap Mahmed.
Disinggung mengenai modus bunuh diri, Mahmed mengatakan bahwa Samikem diperkirakan sudah merencanakan aksi tersebut. Pelaku menunggu kondisi rumah sepi setelah sebelumnya meminta Parno untuk bekerja sampai sore di sawah.
“Kemungkinan saat kondisi rumah sedang sepi pelaku melancarkan aksinya. Untuk motif pelaku sendiri kemungkinan karena sudah tua dan pikun kemudian fustasi dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri,” ungkap dia.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji) Joko Yunu Widiasta mengungkapkan bahwa masalah penyakit menahun atau penyakit lainnya yang kadang kala dijadikan alasan bunuh diri hanyalah permasalahan yang tampak dari luar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh pihaknya, di balik masalah tersebut ada permasalahan gangguan kesehatan jiwa.
“Sebenarnya mereka itu depresi, jadi ini kaitanya dengan masalah kejiwaan para pelaku bunuh diri,” terang dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
