Connect with us

Pemerintahan

Animo Masyarakat Tinggi, Pemkab Rencanakan Bangun Rusunawa Jilid II

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah kembali berencana melakukan pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di kawasan Gunungkidul. Hal ini lantaran berbagai pertimbangan dan kondisi di bumi handayani sehingga kemudian mendorong Pemkab untuk menyediakan hunian yang disewakan dengan beban biaya ringan bagi masyarakat. Rencana pembangunan sendiri saat ini tengah menjadi bahasan pemerintah dengan sejumlah instansi terkait.

Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perumahan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP), Bambang Antono mengungkapkan, rencana pembangunan Rusunawa yang kedua ini tak lepas dari animo tinggi masyarakat Gunungkidul dalam program rusunawa sebelumnya. Terbukti dari ratusan unit ruangan yang tersedia di dua blok, saat ini secara keseluruhan terpenuhi. Bahkan ada ratusan orang yang terpaksa mengantri lantaran belum adanya kamar yang kosong.

Berita Lainnya  Melambung, Harga Beras di Gunungkidul Tembus Rp 17.000 Per Kilogram

Kondisi ini kemudian mendorong Pemkab Gunungkidul untuk kembali membangun dan menyediakan rumah susun bagi masyarakat yang tidak memiliki rumah atau ingin hidup mandiri. Selain itu juga berkaca pada peraturan, Pemkab memiliki kewenangan atas ketersediaan lahan untuk perumahan dan pemukiman bagi warganya.

“Rencana ini sedang kami bahas dengan pimpinan. Mudah-mudahan dapat terlaksana ada pembangunan kembali rumah susun,” kata Bambang Antono, Rabu (10/07/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan jika saat ini pembahasan yang tengah digodog adalah penyiapan lahan untuk pembangunan rusunawa. Ada dua alternatif yang tengah dibahas diantaranya penyiapan lahan sendiri dengan menggunakan tanah milik pemkab atau melakukan pengadaan tanah baru dengan sistem ganti rugi pada masyarakat.

Jika menggunakan tanah pemkab, di kawasan Karangrejek sendiri terdapat tanah milik pemkab dengan luasan 12 hektar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun kedua di Gunungkidul ini.

Berita Lainnya  Sebagian Besar Rusak, Alat Pendeteksi Tsunami di Pantai Selatan Tak Berfungsi Maksimal

Rencananya untuk pembangunan fisik sendiri akan diusulkan menggunakan dana APBN. Namun untuk nominal pastinya masih belum dapat ditentukan untuk kebutuhan pembangunan fisik sendiri menghabiskan dana berapa miliar.

“Belum ada anggaran yang diketok,” papar dia.

Koordinasi dengan pemerintah DIY dan pemerintah pusat juga dilakukan agar rencana pembangunan ini tidak menimbulkan polemik di kemudian hari dan berkaitan dengan teknisnya. Untuk DED sendiri nantinya yang akan membuat adalah tim dari pusat bersama dengan analisis kelayakan wilayah. Tim ini yang menentukan apakah akan didirikan di kawasan kota atau kawasan lainnya. Tidak menutup kemungkinan jika anggaran yang dibutuhkan mencapai puluhan miliar atau hampir sama dengan pembangunan rusunawa Karangrejek.

Berita Lainnya  Kampus Anyar UNY Mulai Beroperasi September 2020, Pelajar Gunungkidul Bakal Dapat Kuota Khusus

Disinggung mengenai lokasi pembangunan, Bambang mengatakan jika tim baru akan melakukan uji kelayakan. Apakah akan dibangun di kawasan yang sama atau di kawasan lain yang sekiranya letaknya strategis dengan pusat kota, sekolah, perbelanjaan dan beberapa hal lainnya.

“Nilai letak lokasi yang strategis menjadi hal yang utama. Tujuannya kan untuk memberikan fasilitas pada masyarakat agar memiliki hunian dengan harga terjangkau dan tidak jauh dari pusat kota,” tandas Bambang.

Jika nantinya proses penyususnan berkas telah selesai disusun dari pemkab sendiri akan segera mengajukan ke Pemerintah Pusat, sehingga paling tidak di tahun 2021 pembangunan fisik dapat segera dimulai.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler