Sosial
Bahaya Leptospirosis Masih Mengintai Petani, 1 Orang Meninggal di Awal Tahun
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Bahaya penyakit leptospirosis masih membayangi warga Gunungkidul khususnya kalangan petani. Hingga akhir Maret 2018 ini, sebanyak 10 kasus penyakit yang disebabkan karena kencing tikus ini telah terjadi. Dari jumlah tersebut, satu orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Data ini menunjukan bahwa wilayah Gunungkidul masih rentan diserang penyakit ini. Pada tahun 2017 silam, sebanyak 64 kasus leptosirosis terjadi di mana belasan diantaranya diketahui harus meregang nyawa.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya mengatakan, satu orang meninggal tersebut merupakan seorang buruh tani asal Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari. Dari hasil analisis yang dilakukan pihaknya, diketahui korban terjangkit virus tersebut dari wilayah Kabupaten Bantul.
"Korban merupakan buruh babat padi. Waktu itu korban terakhir membabat padi di wilayah Bantul," kata Priyanta, Kamis (29/03/2018).
Ditambahkan Priyanta, Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira yang dibawa oleh hewan-hewan tertentu. Leptospira adalah organisme yang hidup di perairan air tawar, tanah basah, lumpur, dan tumbuh-tumbuhan.
Bakteri ini dapat dapat menyebar melalui banjir. Hewan pembawa bakteri leptospira umumnya tidak memiliki tanda-tanda sedang mengidap leptospirosis karena bakteri ini dapat keluar melalui urine mereka.

"Kasus kemarin dimungkinkan ditularkan melalui kencing tikus yang kemudian menyebar melalui air yang tergenang di sawah kemudian berinteraksi dengan korban," imbuh dia.
Bakteri tersebut dijelaskan Priyanto, mudah menyerang manusia khususnya di Gunungkidul adalah para petani lantaran perilaku dalam bertani saat ini sangat dianggap masih terlalu sembarangan. Perilaku masyarakat yang berangkat ke sawah terlalu dini dianggap sangat berbahaya. Pasalnya bakteri leptospira sangat aktif di kala matahari belum terlalu terik.
"Leptospira itu sebenarnya tidak tahan pada kondisi panas matahari menyengat. Namun saat ini banyak masyarakat yang berangkat justru masih pagi hari. Itu sangat berbahaya," imbuh dia.
Menurut Dinas Kesehatan, dari berbagai kasus yang ada, penularan virus tersebut lantaran perilaku manusia yang kurang menjaga kebersihan. Selain itu, banyak dari mereka (korban) yang acuh terhadap kesehatannya.
"Sebagai contoh, petani punya luka kecil di kaki atau tangan, kemudian dia masuk ke sawah berair itu sudah berisiko. Terlebih mereka juga sering membasuh diri dengan air di sawah yang tentu saja jauh dari kata bersih," terang Priyanto.
Adapun tips menurut Priyanto untuk menghindari penularan virus tersebut kepada manusia diantaranya adalah dengan mengunakan pakaian untuk melindungi tubuh serta membersihkan dan menutup luka dengan sebaik mungkin agar tidak terkena kontak langsung dengan hewan pembawa bakteri leptospira. Disarankan juga agar tidak menyentuh bangkai hewan secara langsung.
"Secara garis besar mungkin menjauhi aktifitas yang dapat berisiko seperti diatas. Dan kemudian juga selalu menjaga kebersihan tubuh," imbuh dia.
Sementara itu, Kortikab Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Pomo mengatakan, sementara ini belum ada laporan serangan hama tikus di wilayah Gunungkidul. Namun demikian, dari hasil survey yang dilakukan, wilayah pegunungan seribu bagian selatan diketahui paling banyak dihuni tikus.
"Untuk pengendalian hama tikus bisa dilakukan dengan gerakan pasang umpan beracun dan emposan dengan belerang," pungkas dia.
-
Kriminal4 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa4 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial3 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial7 hari yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan3 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized1 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Peristiwa4 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Uncategorized3 hari yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa3 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan5 hari yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Peristiwa4 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
