fbpx
Connect with us

Sosial

Bantu Korban Kekeringan, Pasangan Immawan-Martanty Siapkan Ratusan Tangki Air Bersih

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Dampak kekeringan sudah sangat dirasakan oleh masyarakat Gunungkidul. Puluhan ribu masyarakat mulai kesulitan mengakses air guna memenuhi kebutuhan mereka sejak beberapa bulan terakhir. Sumber air seperti telaga atau sungai yang biasanya dapat dimanfaatkan para warga sejak awal kemarau sudah mengering dan tidak dapat dimanfaatkan lagi. Untuk pemenuhan kebutuhan air, warga harus membeli air tangki dari swasta. Di tengah pandemi dengan kelesuan perekonomian, tentu situasi semacam ini sangat memberatkan warga masyarakat.

Sejumlah pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan berlaga dalam Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang memberikan perhatian berkaitan dengan kebutuhan warga atas akses air bersih ini. Salah satu yang cukup serius dalam penanganan ini adalah pasangan Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi. Sedikitnya ratusan tangki air bersih siap untuk didistribusikan kepada masyarakat Gunungkidul.

Kepada pidjar.com, bakal calon Wakil Bupati Gunungkidul dari Partai NasDem, Martanty Soenar Dewi menyebut bahwa dampak kekeringan yang dialami oleh masyarakat ini menjadi perhatian khusus pihaknya. Tim Immawan-Martanty sendiri telah menyiapkan ratusan tangki air sebagai tahap awal pendistribusian bantuan air kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Minggu ini kita distribusikan 35 tangki air yang sudah terjadwal dan mengajukan permohonan bantuan. Akan terus kita kirim kepada masyarakat hingga minimal sebulan mendatang. Harapannya mulai November sudah masuk musim penghujan, kalau tidak, kita akan terus menyalurkan bantuan,” beber Martanty, Kamis (17/10/2020).

Perhatian khusus tak hanya diberikan dalam bentuk distribusi bantuan air saja. Ke depan jika diberikan amanah untuk menjabat sebagai pemimpin Gunungkidul, pihaknya telah mempersiapkan berbagai macam program penanggulangan kekeringan. Ia jelaskan lebih lanjut, diantara program unggulan penanggulangan kekeringan adalah, pembangunan sumur bor di kawasan yang memiliki sumber air, penyedotan air baik dari sungai bawah tanah maupun sungai permukaan, hingga penyulingan air laut untuk menjadi air tawar, hingga optimalisasi PDAM Tirta Handayani.

Berita Lainnya  TKI Asal Gunungkidul Meninggal Dunia di Malaysia, Keluarga Harus Keluarkan Belasan Juta Untuk Pulangkan Jenazah

“Kemarin ada program pembangunan sumur bor dari Pak Wahyu Purwanto yang sudah terlaksana, kita akan teruskan itu. Program lain juga sudah ada grand desainnya. Kita akan optimalkan dengan pendanaan tak hanya dari anggaran pemerintah, namun juga dari swasta hingga BUMN. Kebetulan pak Wahyu ini koneksi di Jakarta sangat kuat, insya Allah bisa segera terlaksana,” urainya.

Salah satu kawasan yang terdampak kekeringan dan mendapatkan bantuan dropping air dari Immawan-Martanty adalah di Padukuhan Pakwungu, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus. Warga sendiri bahkan sudah sejak bulan Juni lalu mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan air bersih. Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, masyarakat harus membeli air bersih dengan harga 15 ribu per 500 liter air. Air satu tangki yang kemudian ditampung pada bak-bak penampungan itu biasanya hanya cukup untuk pemenuhan kebutuhan selama 5 hari saja. kemudian mereka harus kembali membeli air bersih untuk pemenuhan kebutuhan.

“Untuk pemenuhan kebutuhan air sangat sulit memang. Setiap 5 hari sekali warga harus membeli air secara mandiri. Ini sangat memberatkan warga,” kata salah seorang warga setempat, Maryono.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, di Pakwungu sendiri merupakan wilayah yang terparah untuk di kalurahan  Sumberwungu. Ada 147 Kepala keluarga yang terdampak kekeringan selama musim kemarau ini. Kemudian di padukuhan lain seperti di Pakel, Nglobong, Pundak, Karang dan Tritis pun juga mengalami kondisi serupa. Masyarakatnya bahkan harus antri untuk mendapatkan air bersih.

Berita Lainnya  Keberanian Petani Bawang Merah Beli Air Untuk Keberlangsungan Lahannya Diapresiasi Pemerintah

“Di Padukuhan Pakwungu sebenarnya ada pipa penyaluran air, akan tetapi tidak keluar airnya. Setiap kemarau padahal kiri kanan dusun ini selalu keluar,” tambahnya.

Meski pemerintah kabupaten Gunungkidul dan pemerintah kapanewon memiliki program penyaluran bantuan air bersih, akan tetapi itu sangat jarang. Bahkan untuk droping air yang dilakukan oleh pihak ketiga pun juga masih sangat jarang.

“Bantuan sendiri sangat jarang ada. Terima kasih hari ini ada penyaluran bantuan air bersih dari bu Martanty,” jelasnya.

Terpisah, koordinator Intan Nyawiji, relawan Immawan-Martanty, CB Supriyanto menambahkan, kekeringan di kabupaten Gunungkidul menjadi menjadi permasalahan yang klasik. Pasalnya, setiap tahun saat musim kemarau, kekeringan terus berulang dampaknya pun sangat luar biasa. Dari Intan Nyawiji  berusaha membantu meringankan beban masyarakat yang setiap 5 hari harus membeli air bersih untuk pemenuhan kebutuhan. Di sisi lain juga masih banyak daerah yang belum mendapatkan bantuan air bersih.

“Kita upayakan untuk memberi bantuan ke penduduk yang benar-benar terdampak kekeringan dan belum mendapatkan bantuan air bersih,” kata CB Supriyanto.

Adapun dari komunitasnya ini sudah mengantongi data-data wilayah yang terdampak kekeringan. Setiap harinya ia bersama tim terus bergerak ke lapangan untuk menyalurkan bantuan air bersih.

“Setiap hari gerak. Karena hanya ada 5 armada jadi  minimal 5 titik, itu pun dilihat dari daerah jangkaunya. Kami upayakan seluruh wilayah terdampak tersasar bantuan droping air ini,” jelas dia.

Untuk penyaluran air bersih ini sudah mulai sejak 4 hari lalu. Untuk targetnya sendiri, paling tidak ratusan tangki tersalurkan kepada masyarakat.

“Harapanya semua daerah terdampak tersasar bantuan. Kemudian dalam jangka panjang ada solusi yang tepat untuk mengatasi kekeringan di Gunungkidul,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler